nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri, Ini Reaksi Menkes

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 03 Oktober 2016 00:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 03 337 1504368 banyak-warga-indonesia-berobat-ke-luar-negeri-ini-reaksi-menkes-U42eR0LNng.jpg Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (Feri/Okezone)

PEKANBARU - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Moeloek menerima laporan kalau minat warga Riau berobat ke luar negeri cukup tinggi. Dia pun berharap pemda dan seluruh rumah sakit bisa introspeksi diri terhadap fenomena ini.

"Ini harus menjadi introspeksi bersama mengapa hal ini bisa terjadi," kata Menkes Nila di Pekanbaru, Riau, Minggu (2/10/2016).

Menurutnya, hal yang menjadi faktor utama masyarakat lebih memilih berobat ke luar negeri karena masih kurangnya pelayanan yang baik kepada pasien di rumah sakit dalam negeri.

"Seharusnya kita melakukan layanan yang prima kepada masyarakat. Kita sadari bersama bahwa etika, empati kita masih kurang. Kita harus mengedepankan juga keselamatan pasien sehingga masyarakat puas," ujarnya.

Menkes menilai kalau masalah fasilitas dan tenaga medis, Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. "Banyak tenaga medis, dokter-dokter kita banyak bagus. Fasilitas rumah sakit kita juga cangggih-canggih. Tapi kita akui empati masih kurang," tandasnya.

Selain itu imej kalau berobat luar negeri lebih baik, juga merupakan salah satu alasan mengapa warga kurang percaya kepada tenaga medis di Tanah Air.

"Sifat masyarakat kita kalau 'berbau' luar negeri ini lebih baik dan lebih modern. Imej itulah yang harus diubah. Kita minta seluruh rumah sakit bisa melakukan pelayanan kesehatan terbaik dan lebih profesional. Jika ini dilakukan ini bisa mencegah masyarakat berobat ke luar negeri,” sebutnya.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan, bahwa setiap hari sedikitnya 150 warganya memilih berobat ke luar negeri. Tujuan terbesarkan berobat ke Malaka. Jika dihitung per bulan berarti ada 4.500 warga Riau berobat ke luar negeri atau 54.000 orang per tahunnya.

Ini belum lagi, warga yang berobat ke negeri jiran lainny seperti Singapura. "Jika satu orang saja menghabiskan minimal Rp10 juta, tentu ratusan miliar uang warga Riau disumbang ke Malaysia. Ini yang harus dievaluasi bersama," tukasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini