Jokowi Minta Lembaga Non-Struktural Dibubarkan Demi Efisiensi

Reni Lestari, Okezone · Selasa 20 September 2016 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 20 337 1493970 jokowi-minta-lembaga-non-struktural-dibubarkan-demi-efisiensi-wTXsBf0UwC.jpg Presiden Joko Widodo/Kiri (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas soal penataan Lembaga Non-Struktural (LNS). Dalam pembukaan, Jokowi menginstruksikan untuk memangkas LNS yang membebani birokrasi. Hal ini bertujuan untuk reformasi birokrasi menjadi efektif dan efisien.

"Jika LNS yang sudah jelas tumpang tindih dengan kementerian, saya minta dibubarkan dan tugas fungsinya diintegrasikan kembali ke kementerian yang berkesesuaian," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Data dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menunjukkan, masih ada 115 LNS dalam kelembagaan pemerintah pusat pada tahun ini. Menurut Jokowi, angka tersebut masih tergolong besar dan perlu ditata kembali.

"Sebelumnya pada 2014, dari 127, yang waktu itu telah dibubarkan 10 lembaga non struktural dan 2015 dikeluarkan lagi dua LNS. Selanjutnya tahun ini saya mnita penataan difokuskan pada LNS yang dibentuk berdasarkan PP dan Perpres atau Keppres yang masih berada di ranah pemerintah," jelas dia.

Selain pemangkasan LNS yang dianggap tak perlu, Jokowi juga memerintahkan lembaga-lembaga non-stuktural yang tugas dan fungsinya hampir serupa agar digabungkan demi efisiensi.

"Ini adalah demi efektivitas dan efisiensi kita, kemudian kelembagaan pemrintah harus selalu efektif dengan dinamika dan tantangan-tantangan baru, harus adaptif," tukas Jokowi.

Selain penataan LNS, ada dua topik lain yang akan dibicarakan dalam ratas hari ini, yakni Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan rencana pembentukan Badan Siber Nasional.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini