Alasan Tak Relevan, ICW Tolak Pemberian Remisi untuk Koruptor

Regina Fiardini, Okezone · Sabtu 20 Agustus 2016 12:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 20 337 1468713 alasan-tak-relevan-icw-tolak-pemberian-remisi-untuk-koruptor-LFrgX4btS3.jpg Diskusi soal remisi untuk koruptor (Foto: Regina/Okezone)

JAKARTA - Pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman bagi terpidana koruptor menjadi tanda tanya besar dibenak Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yunto.

Berdasarkan catatan lembaganya, 70 persen rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Indonesia diisi oleh narapidana kasus narkoba, sementara narapidana koruptor sendirinyanya sekitar 1,9%.

"ICW sendiri menolak, karena tidak relevan alasan yang dikatakan Pak Menteri soal pengurangan kapasitas. Padahal hanya 1,9% jumlah narapidana kasus korupsi, kalau untuk narkoba barangkali penting," kata Emerson dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8/2016).

Ia berharap, Presiden Indonesia Joko Widodo bisa mempertimbangkan lagi saat ingin menandatangani revisi UU Nomor 99 tahun 2002 tersebut. Menurutnya, kasus mantan Menteri ESDM Arcandra bisa dijadikan pelajaran untuk tidak sembarang mempercayai anak buahnya.

"Jokowi jangan gegabah untuk setuju-setuju sama anak buahnya, kasus Arcandra jadi pelajaran tuh buat nggak percaya anak buahnya. Harus berhati-hati, jangan mau dikadalin anak buahnya yang sangat mungkin tersesat," sindirnya.

Dalam konteks remisi, kata Emerson, Jokowi harus memperhatikan catatan dari KPK dan masyarakat sipil. Sebab belum diketahui darimana asal muasal pembahasan revisi UU Nomor 99 tersebut, apa karena desakan politisi, keinginan 3800 narapidana korupsi atau murni tugas mulia Pemerintah.

"Jangan sampai ini hanya obat sesaat, mau menyelesaikan masalah malah tambah masalah," tukas dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini