MUI Tidak Pernah Keluarkan Sertifikat Halal Bikini Snack

Badriyanto, Okezone · Kamis 04 Agustus 2016 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 04 337 1454861 mui-tidak-pernah-keluarkan-sertifikat-halal-bikini-snack-Xtcw8LHPTS.jpg Bikini snack (Ist)

JAKARTA – Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk camilan Bihun Kekinian alias Bikini Snack yang sudah beredar dan meresahkan masyarakat.

"Tidak register ke LPPOM, apalagi dari sisi gambar snack Bikini mengandung konten pornografi dan kata-kata yang tidak mendidik," ujar Lukman kepada Okezone di Jakarta, Kamis (04/8/2016).

Lukman juga mengecam atas beredarnya produk tersebut, dan mendesak pemerintah melalui BPOM agar segera menelusuri dan menghentikan peredaran Bikini Snack. Hal itu karena dianggap bisa memicu anak-anak menirukan gambar dan kata-kata yang ada dalam kamasan tersebut.

"Snack itu akan memicu anak-anak menirukan apa yang tertera dalam kemasan tersebut, apalagi sampai ada kata-kata 'remas aku.' Kita juga minta BPOM segera telusuri," jelasnya.

(Baca: Bikini Snack Dipasarkan Lewat Medsos dan Toko Online)

Meski demikian, MUI tidak dapat memutuskan halal dan haramnya snack tersebut karena belum ada penelitian yang dilakukan MUI atas kandungan dan bahan baku dari produk tersebut.

"Terkait halal dan haramnya snack tersebut, MUI masih belum dapat memastikan karena tidak mengetahui kandungan atau bahan bakunya. Tapi dari sisi gambar dan tulisan sudah jelas melanggar UU Pornografi dan Pornoaksi," tandasnya.

Bikini Snack merupakan jajanan yang dikemas dengan gambar wanita berpakaian bikini (bra dan celana dalam) dan bertuliskan ‘remas aku’ dalam kemasannya. Snack sudah beredar di sejumlah daerah dan dijual seharga Rp15.000-Rp20.000. Snack dijual dengan ragam rasa yaitu balado, pizza, jagung bakar dan pedas. (fzy)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini