nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI dan Kemenko Polhukam Bentuk Timsus Korban Lubang Tambang

Putera Negara, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2016 12:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 04 337 1454786 kpai-dan-kemenko-polhukam-bentuk-timsus-korban-lubang-tambang-1SrUmDWggu.jpg foto: ilustrasi

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Deputi V Bidang Kamtibmas Kemenko Polhukam akan membentuk suatu tim, untuk melakukan penelusuran terkait kematian 24 anak yang meninggal akibat lubang bekas pertambangan di Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Komisioner KPAI, Maria Ulfah Anshor, usai menggelar rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) bersama Deputi V Polhukam, Kementerian terkait (ESDM dan Lingkungan Hidup), Mabes Polri, Kejaksaan, Polda Kaltim dan Pemprov Kaltim.

"Kesepakatannya membentuk tim bersama untuk turun ke lapangan. Dalam tim itu ada Mabes Polri, Kejaksaan lalu Kementerian Lingkungan Hidup, Polda dan Pemprov," kata Maria di Kemenko Polhukam jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016).

Dalam pertemuan tadi, Maria juga melakukan persamaan data terkait jumlah korban jiwa yang terbaru. Karena ada sejumlah perbedaan jumlah dari KPAI dan Kepolisian.

"Kami tadi karena rapat koordinasi yah. Jadi saya kira kita juga harus meng-update data, sebab data yang kami miliki ada 24 anak, ternyata dari pihak Polda tercatat 21 anak. Jadi ini yang saya kira perlu diklarifikasi," jelas Maria.

Sementara itu, Maria menyebutkan bahwa tim yang terbentuk akan segera melakukan penyelidikan ke lapangan minggu depan.

Sekadar diketahui, KPAI mencatat sejak 2010-2015, ada 24 anak yang tewas akibat terjatuh di dalam lubang bekas galian pertambangan batubara di Kalimantan Timur, yang lokasinya berada di tengah permukiman masyarakat.

Selain itu, tidak ada pembatas antara pertambangan dan permukiman warga. Lalu lubang bekas galian tak diberikan tanda padahal kedalamannya itu mencapai ratusan meter.

Sejak 2010 KPAI sudah menerima laporan korban yang tewas dan di tahun 2013 tercatat ada sembilan korban. Lalu pada tahun 2015 lalu datanya bertambah menjadi 24 orang.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini