Share

Insiden Mudik Tol Brexit Harus Diinvestigasi

Fiddy Anggriawan , Okezone · Jum'at 29 Juli 2016 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 29 337 1450549 insiden-mudik-tol-brexit-harus-diinvestigasi-FkfR6loL3o.jpg Macet di Gerbang Tol Brexit (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Diresmikan Jalan Tol Pejagan – Pemalang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis 16 Juni 2016 untuk arus mudik Lebaran berubah menjadi bencana kemanusiaan yang menelan korban sekira 17 orang di pintu Tol Brexit.

Dengan melihat bencana tersebut massa yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Korban (Jarak) Tol Brexit menyampaikan bahwa, pengunaan Jalan Tol Pejagan – Pemalang keluar pintu Brebes Timur terkesan dipaksakan oleh pihak PT Waskita Karya sebagai pelaksana proyek.

Koordinator Advokasi Jarak Tol Brexit, Laode Kamaludin‎ mengatakan, M Choliq sebagai Dirut PT Waskita Karya meyakinkan Presiden Jokowi lewat Menteri BUMN bahwa jalan itu sudah bisa digunakan. Padahal, jalan tol tersebut belum bisa digunakan.

(Baca: INFO MUDIK: Tol "Brexit" Akan Ditutup jika Masih Macet)

"Dari info yang diberikan tidak sesuai dengan fakta yang akhir mendatangkan musibah Mudik paling terhoror di tahun 2016. Peristiwa tersebut sangatlah memalukan bangsa Indonesia. Kami tidak rela Presiden Jokowi menjadi tumbal dalam pasca peresmian Tol Brebres Timur atau Brexit," tegas Laode, Jumat (29/7/2016).

Dia pun meminta, presiden segera memberhentikan M Choliq sebagai Dirut Waskita Karya, karena sudah memberikan informasi yang tidak benar. "Akhirnya berdampak buruk kepada gagalnya pemerintahan dalam menjalankan pelayanan terhadap rakyat Indonesia," tuturnya.

Laode juga mendesak BPK RI segera melakukan audit investigasi dalam proyek jalan Tol Pejagaan – Pemalang karena diduga ada bagi – bagi fee dalam proyek tersebut.

"‎Waskita Karya untuk segera bertanggung jawab melakukan penyeselaian ganti rugi atas korban yang meninggal di sepanjang Pintu Tol Brexit," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini