Masinton Merinding Baca Kesaksian Freddy Budiman

Qur'anul Hidayat, Okezone · Jum'at 29 Juli 2016 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 29 337 1450232 masinton-merinding-baca-kesaksian-freddy-budiman-peydGQVLvZ.jpg Freddy Budiman Semasa Hidup (foto: Antara)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Masinton Pasaribu akan memanggil Ketua Koordinator KontraS, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar terkait percakapannya dengan bandar narkoba Freddy Budiman yang dini hari tadi dieksekusi mati.

Dalam percakapan tahun 2014 itu, Freddy mengungkapkan keterlibatan aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) dan polisi bertatus jenderal dalam bisnis haramnya.

Bahkan Masinton mengaku merinding saat membaca tulisan Haris yang tersebar ke publik itu karena adanya dugaan keterlibataan aparat penegak hukum itu.

"Kalau informasi yang ada seperti disampaikan Freddy kepada Haris, merinding juga saya, di situ melibatkan oknum-oknum BNN, Polri, perwira tinggi TNI yang mobilnya dipakai. Ada yang nitip-nitip harga segala, ini kan memang permainan sindikat mafia yang bukan lagi ecek-ecek, memang sudah terorganisir dan membahayakan negara sebenarnya cara-cara begini, harus diurai karena melibatkan banyak pihak," kata Masinton, Jumat (29/7/2016).

(Foto: Pasca Dieksekusi Mati, Beredar Kesaksian Freddy Budiman)

Membaca cerita tersebut, Masinton juga merasa seperti menonton film. Bagaimana tidak, Freddy mengaku semobil dengan seorang jenderal sambil membawa barang haram.

"Menurut saya informasi ini harus didalami, dan ditelusuri oknum-oknum yang terlibat dalam sindikat jaringan peredaran narkotika. Ini bahaya sudah, artinya apa yang disampaikan dalam versi Freddy pada Haris, narkoba susah lampu merah benar, karena melibatkan banyak pihak," tambahnya.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu berharap Haris masih punya rekaman percakapan tersebut dan bersedia mengikuti rapat tertutup dengan pihaknya.

"Mungkin bisa kita undang rapat tertutup untuk menambah informasi mengenai proses orang dihukum dan kemudian mengungkap fakta-fakta dalam praktek kejahatan tersebut," tegasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini