nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan KPK Belum Pernah Tuntut Koruptor Pidana Mati

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2016 15:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 07 29 337 1450157 alasan-kpk-belum-pernah-tuntut-koruptor-pidana-mati-W8LDlRNd6z.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengeksekusi empat terpidana mati kasus narkoba pada Jumat (29/7/2016) dini hari. Mereka adalah Freddy Budiman, Michael Titus Igweh, Humprey Ejike, dan Cajetan Uchena Onyeworo.

Sementara terpidana kasus korupsi, hingga kini belum ada yang yang dijatuhi hukuman mati. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha mengaku hal tersebut tidak dilakukan lantaran unsur Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) selama ini belum terpenuhi.

"KPK belum pernah menuntut pidana mati, karena sebagian besar belum memenuhi unsur (Pasal 2) itu," ujar Priharsa saat ditemui di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

(Baca: Freddy Budiman Jadi Terpidana Mati Paling Spektakuler)

Dalam Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Revisi atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, menyebutkan bahwa apabila suatu tindak pidana korupsi dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan pengulangan tindak pidana korupsi, maka para pelaku tersebut dapat di pidana mati.

Priharsa memastikan bahwa kasus yang ditangani KPK selama ini tidak semua memenuhi unsur tersebut.

"Memang ada pidana mati untuk kasus korupsi, Pasal 2 UU Tipikor, salah satunya pada dana kebencanaan, perang. Tapi kalau kita baca redaksionalnya tidak ada unsur yang memenuhi dengan kasus yang ditangani KPK," sambungnya.

Meski demikian, Priharsa setuju jika perkara korupsi dianggap sebagai kejahatan luar biasa. Sama halnya dengan pidana narkoba yang berdampak luas bagi masyarakat. "Iya, korupsi juga extra ordinary crime," tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini