nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Reshuffle, Jokowi Didorong Segera Ambil Keputusan

Putera Negara, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2016 10:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 07 23 337 1445006 soal-reshuffle-jokowi-didorong-segera-ambil-keputusan-x93EVSM6rW.jpg Diskusi Populi Center dan Smart FM Network mengenai reshuffle Kabinet Kerja. (Foto: Putera Negara/Okezone)

JAKARTA – Tarik ulur isu reshuffle jilid dua Kabinet Kerja pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla tampaknya belum menemukan keputusan yang tepat dalam kebijakan politik. Pasalnya, wacana perombakan kabinet sudah terjadi beberapa bulan yang lalu, tetapi hingga saat ini masih belum terlaksana.

Menurut Peneliti Senior LIPI, Syamsuddin Haris, isu perombakan ini sebenarnya sudah lama digelontorkan Jokowi dalam beberapa kesempatan. Hal itu ia sampaikan dalam Diskusi, Populi Center dan Smart FM Network, dalam Perspektif Indonesia dengan topik: "Reshuffle: Kali Ini Jadi?"

"Memang kalau dihitung isu reshuffle sudah berbulan-bulan tunda lagi, tunda lagi. Padahal, Pak Jokowi sudah memberi sinyal soal ini sudah di beberapa tempat dan berkali-kali," kata Syamsuddin di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2016).

(Baca Juga : Jelang Reshuffle, Jokowi Panggil Sejumlah Menteri ke Istana)

Ia menyampaikan, Jokowi jangan sampai terkena sindrom kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya khawatirkan adalah dia (Jokowi) terjebak apa yang saya sebut sindrom SBY," ucapnya.

Peneliti senior LIPI itu pun memberikan penjelasan tentang sindrom SBY. Di saat memimpin, terkadang politisi Partai Demokrat itu terlalu lama dalam mengambil keputusan.

"Yaitu pengambilan keputusan yang ditunda, bolak-balik. Itu fenomena SBY banget. Jangan sampai terjebak pada situasi itu karena menimbulkan ketidakpastian publik," ujarnya.

Sebaiknya isu reshuffle menteri Kabinet Kerja harus segera dilaksanakan untuk meningkatkan pembangunan bangsa. "Saya kira biar bagaimanapun keputusan itu harus diambil," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini