Share

Komnas HAM Tak Percaya Nur Rohman Jadi Teroris Sejak SD

Regina Fiardini, Okezone · Jum'at 15 Juli 2016 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 15 337 1438681 komnas-ham-tak-percaya-nur-rohman-jadi-teroris-sejak-sd-3REDXINFcR.jpg

JAKARTA - Nur Rohman, pelaku bom bunuh diri Mapolresta Solo sehari sebelum Idul Fitri disebut sebagai teroris kelas kakap. Hal itu dilontarkan Jenderal Tito Karnavian yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT).

Tak hanya itu, Tito juga menyebut bahwa Rohman teridentifikasi menjadi buronan sejak 2000 dan ada kaitannya dengan kelompok radikal ISIS.

"Padahal setelah kita cek, data kelahirannya adalah tahun 1985. Berarti di tahun itu usia yang bersangkutan masih 14 tahun. Dalam usia itu di literatur ilmiah bahwa orang belum mampu berpikir di luar kepentingan dirinya dan diluar pemikirannya," kata Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas dalam konferensi pers di PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Hafid memaparkan, apabila Rohman masuk sekolah usia 7 tahun, berarti ia sudah menjadi teroris sejak kelas 6 SD atau setidak-tidaknya 1 SMP. Ia menilai, di usia seperti itu tentu sangat mudah untuk menangkap Rohman dengan mendatangi sekolahnya.

"Nggak mungkin anak seusia itu punya idealisme berkorban untuk segalanya. Biasanya idealisme itu baru terbentuk di jenjang perguruan tinggi. Tapi dalam usia SD belum. Nah dengan itu ada kecurigaan mungkin masyarakat perlu tahu apa betul dia jadi teroris sejak SD?," sindirnya.

Oleh sebab itu, Hafid berharap adanya klarifikasi dari pihak terkait guna membuktikan benar tidaknya informasi yang dilontarkan oleh BNPT. Terlebih, jaringan ISIS saja baru dinyatakan lahir pada 2013.

"Dan kalau tidak ada penjelasan dari institusi lain maka info itu tidak kaya, dan dengan itulah masukan dari tim ini perlu sebagai jalan perubahan terorisme itu," tutupnya.

Sebagai informasi, karena kerap ditemukannya kejanggalan dalam penanganan terorisme. Maka Hafid dengan beberapa rekannya membentuk tim evaluasi penanganan terorisme.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini