Share

Pemberantasan Teroris Harus Mengajak Peran Masyarakat

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 11 Juli 2016 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 11 337 1435537 pemberantasan-teroris-harus-mengajak-peran-masyarakat-FNRMcKx3Pv.jpg Ilustrasi Terorisme (Dok: Shutterstock)

JAKARTA - Aksi unjuk rasa dari solidaritas warga masyarakat Solo Raya dalam rangka mengutuk aksi teror bom bunuh diri di Polresta Surakarta, pada 5 Juli 2016.

Aksi solidaritas, pada Senin (11/7/2016) ini terdiri dari beberapa organisasi maysarakat (ormas) seperti MTA, SH Teratai, Senkom, Tomas, Pasopati, FPP Front Pemuda Pancasila, Banser dan Pramuka.

Dalam aksi solidaritas warga Solo yang mengutuk teror bom bunuh diri tersebut antara lain mengutuk dengan tegas segala bentuk aksi radikalisme dan terorisme di Solo Raya.

(Baca Juga: Warga Solo Demo Kutuk Bom Bunuh Diri di Mapolresta)

Kemudian, warga Solo menyatakan aksi radikalisme maupun terorisme merupakan perbuatan biadab dan tidak diajarkan oleh agama apapun. Warga pun siap melawan segala bentuk aksi radikalisme dan terorisme di Solo Raya.

Selain itu, warga juga mendukung sepenuhnya kepada Negara untuk menindak tegas aksi radikalisme dan terorisme. Selesai orasi dilanjutkan penandatanganan pernyataan sikap selanjutnya disampaikan kepada Kapolri melalui Kapolresta Surakarta di Posyan Bundaran Geladak.

Pengamat Intelijen dan Militer Susningyas Kertopati (Nuning) memiliki pendangan terkait aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta.

Menurut Nuning, dalam pemberantasan terorisme memang harus mengajak peran serta masyarakat. Sebab, terorisme adalah kejahatan extraordinary, bahkan bisa dikatakan kejahatan serius.

"Apa yang sedang terjadi di Solo adalah akumulasi penolakan warga kepada radikalisme dan terorisme. Teroris itu tidak beragama karena tidak ada agama manapun utamanya Islam mengajarkan umatnya membunuh," tegas Nuning.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini