nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembentukan Holding BUMN Tak Langgar Undang-Undang

ant, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2016 18:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 06 28 337 1427694 pembentukan-holding-bumn-tak-langgar-undang-undang-MYj2CSotc5.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pembentukan holding BUMN migas sudah sesuai aturan yang berlaku. Tidak satu pun undang-undang yang dilanggar.

“UU apa yang disalahi? Sama sekali tidak ada. Saya tidak menemukan UU atau aturan pun yang dilanggar, tidak juga UU tentang BUMN,” kata Staf Ahli Menteri ESDM Said Didu di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Said tidak menepis bahwa saat ini banyak pihak berusaha menggagalkan pembentukan holding BUMN migas. Antara lain dengan mengembuskan isu bahwa pembentukan holding BUMN migas melanggar UU dan aturan. Tetapi ketika ditanya UU mana yang dilanggar, lanjut Said, tak ada yang bisa menjawab.

Menurutnya, pembentukan holding BUMN migas tidak perlu meminta izin kepada DPR. Pasalnya, pada holding BUMN migas sama sekali tidak terdapat perpindahan status aset, dari yang semula aset negara menjadi aset non bukan milik negara.

Sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa aset anak perusahaan di BUMN juga merupakan aset negara. Artinya jika berada di bawah Pertamina sebagai induk holding, maka aset PGN tetap menjadi aset negara.

“Yang perlu minta izin DPR, jika terjadi perubahan status aset negara di BUMN menjadi aset bukan milik negara lagi,” kata Said.

Dengan demikian pemerintah sebaiknya segera merealisasikan pembentukan holding BUMN migas. Pasalnya, selain menjadikan Pertamina sebagai National Oil Company (NOC), juga menjadi tuntutan di tengah penggunaan gas dalam negeri yang semakin meningkat.

"Ketakutan beberapa orang bahwa holding BUMN migas akan membuat Pertamina sepenuhnya mengendalikan PGN secara penuh juga tidak benar. Sebab dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dibuat, bisa dimasukkan pasal mengenai saham merah putih milik pemerintah. Melalui saham tersebut, lanjut dia, pemerintah pun memiliki hak veto," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini