Tak Punya Dokumen, 43 Warga Sri Lanka Dinyatakan Imigran Ilegal

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 21 Juni 2016 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 21 337 1421524 tak-punya-dokumen-43-warga-sri-lanka-dinyatakan-imigran-ilegal-jKEDdJOUfh.jpg Imigran Sri Lanka (Foto: Rayfull Mudassir)

JAKARTA - Pihak Keimigrasian terus melakukan pemeriksaan terhadap 43 warga negara asal Sri Lanka yang terdampar di Pantai Lhoknga, Nangroe Aceh Darussalam, pada Sabtu 11 Juni 2016.

Pihak imigrasi menggolongkan mereka ke dalam imigran ilegal karena masuk ke Indonesia tanpa melalui pemeriksaan imigrasi. Mereka juga tak membawa dokumen-dokumen keimigrasian.

"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian mereka tergolong sebagai imigran ilegal, diduga warga Sri Lanka tanpa dokumen paspor dan pelayaran," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru Santoso Ananta Yudha di Kantor Ditjen Imigrasi, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2016).

(Baca: Atasi Imigran Gelap, Pemerintah Pusat Kerjasama dengan Pemerintah Sri Lanka)

Pihak Imigrasi sampai saat ini terus melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap ke 43 WNA itu. Hal itu digunakan guna membantu proses pemulangan terhadap mereka ke negara asalnya.

Menurut Heru, imigrasi juga telah menyampaikan surat kepada pihak Kedutaan Besar Sri Lanka dan juga Kedutaan Besar India namun belum mendapatkan respons balik dari pihak kedutaan.

"Kedutaan belum merespons informasi yang kami sampaikan," ujarnya.

Para WNA saat ini telah difasilitasi pemerintah daerah setempat dibantu lembaga kemanusiaan seperti IOM dan UNHCR untuk menginformasikan keberadaan orang asing itu dan membantu kehidupan sementara mereka di sana.

"Tim penanganan tetap berikan bantuan berupa makanan dan kebutuhan sehari-hari, pemeriksaan kesehatan, dan membantu memperbaiki kapal yang rusak," tukasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini