nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lengkapi Data Kasus UPS, Ahok Datangi Bareskrim

Dara Purnama, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2016 10:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 21 337 1420900 lengkapi-data-kasus-ups-ahok-datangi-bareskrim-5igQaOPblH.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Selasa (21/6/2016). Ahok datang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Uninterupptible Power Supply (UPS). Dia datang sekira pukul 08.30 WIB, dan keluar sekira pukul 09.30 WIB.

"Ini melengkapi data untuk DPRD yang kasus UPS. Pertanyaanya cuma lima, untuk melengkapi saja," kata Ahok di pelataran Bareskrim.

Lebih lanjut mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, pihaknya diminta oleh penyidik untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya.

"Cuma minta keterangan tambahan saya waktu BAP dulu. Soal surat saja, cuma pengen tahu surat yang saya bikin sama Pak Jokowi. Semuanya normatif," katanya.

Sementara itu, Kabarekrim Mabes Polri, Irjen Ari Dono Sukmato ketika dikonfirmasi mengatakan pemeriksaan Ahok kali ini dilakukan untuk dua tersangka yakni dua mantan anggota DPRD DKI Fahmi Zulfikar dan Muhammad Firmansyah.

"Iya benar diperiksa terkait UPS buat tersangka yang DPRD," katanya.

Perkembangan terakhir kasus ini, Bareskrim telah menahan satu orang anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Firmansyah dari Fraksi Demokrat. Penahanan Firmansyah sendiri karena berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Sebelumnya Bareskrim sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus UPS. Dua tersangka dari pihak eksekutif yakni Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman dan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat Zainal Soleman.

Lalu dua orang dari pihak legislatif yakni Muhammad Firmansyah dan Fahmi Zulfikar. Keduanya terlibat kasus UPS ketika menjabat sebagai di Komisi E DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014. Terakhir Direktur Utama PT. Offstarindo Adhiprima, Hari Lo. Atas kasus ini total kerugian negara lebih kurang Rp81 miliar di Dikmen Jabar dan Rp78 miliar di Dikmen Jakpus.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini