Share

Menteri Rini Dilarang ke DPR, F-PDIP: Ini Konsekuensi Rekomendasi Pansus

Bayu Septianto, Okezone · Kamis 16 Juni 2016 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 16 337 1417188 menteri-rini-dilarang-ke-dpr-f-pdip-ini-konsekuensi-rekomendasi-pansus-hHpkbzoTYi.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno (Arif/Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno masih dilarang ikut rapat bersama mitra kerja di DPR RI setelah. Larangan itu berawal dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang membuat surat kepada Menteri BUMN Rini Soemarno tak boleh rapat bersama mitra kerjanya di parlemen.

Larangan tersebut dikeluarkan Fadli saat menjabat Plt Ketua DPR pada 2015. Surat yang diterbitkan pada 18 Desember 2015 itu atas permintaan Pansus Panitia Angket Pelindo II.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menilai, dilarangnya Rini merupakan konsekuensi dari Rekomendasi Pansus Pelindo II saat itu, di mana meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN.

"Itu konsekuensi dari Rekom Pansus Pelindo II yang disahkan Rapat Paripurna DPR," ujar Hendrawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/6/2016).

Ia menambahkan jika kondisi tetap seperti ini di mana Rini tak boleh hadir di DPR bisa berdampak menghambat kinerja Kementerian BUMN.

"Jika ini berkelanjutan tentu akan memengaruhi kinerja Kemenneg BUMN, apalagi sebentar lagi akan ada revisi UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN," tukas Hendrawan.

(Baca juga: Fadli Zon Larang Menteri Rini ke DPR)

Mengatasi masalah ini, Presiden Joko Widodo pun mengutus Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro untuk rapat kerja dengan Komisi VI hari ini.

Menurut Hendrawan, dikirimnya Menteri Keuangan mengindikasikan Presiden Jokowi sedang mencari solusi terkait masalah ini.

"Dengan mengirim Menkeu sebagai wakil pemerintah yang membahas soal anggaran dan PMN, indikasi bahwa Presiden secara serius sedang mencari solusi terhadap persoalan kisruh sekitar Menteri BUMN," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini