Divonis Enam 6 Tahun, Dewie Yasin Limpo Mewek

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 13 Juni 2016 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 13 337 1413698 divonis-enam-8206-tahun-dewie-yasin-limpo-mewek-7V49Ysp8nJ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo telah divonis enam tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta dengan subsider 3 bulan kurungan lantaran terbukti menjadi penerima suap proyek pembangkit listrik di Papua.

Dewie mengaku masih akan berpikir-pikir untuk mengajukan banding terkait vonis yang diterimany. Namun, dirinya menegaskan tidak pernah menerima uang suap dari siapapun.

 "Saya enggak pernah tahu dan lihat juga enggak. Enggak ada, sudah saya bilang dipembelaan saya. Ini kan kerjasama antara Minerba dengan Setiadi. Di sini juga menyatakan itu tidak mengatakan untuk Dewi Yasin Limpo kok, untuk kementerian ESDM," kata Dewie sambil menangis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (13/6/2016).

Vonis enam tahun yang diterima Dewie lebih rendah dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta hakim menghukum Dewie dan Bambang masing-masing selama 9 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan dan khusus untuk Dewie dikenakan pencabutan hak untuk memilih dan dipilih dalam jabatan publik selama 12 tahun.

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama yaitu Pasal 12 huruf a Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Majelis hakim tidak sependapat dengan pencabutan hak memilih dan dipilih karena hal itu sudah diatur dalam undang-undang tersendiri.

Menurut hakim, Dewie bersama Bambang Wahyuhadi dan Rinelda Bandaso yang merupakan asisten administrasi Dewie, menerima uang sejumlah SGD177.700 dari Kepala Dinas ESDM Kabupaten Deiyai, Papua, Irenius Adii dan pengusaha pemilik PT Abdi Bumi Cendrawasih Setiadi Jusuf.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini