Jokowi Berharap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Jadi UU

Gunawan Wibisono, Okezone · Rabu 08 Juni 2016 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 08 337 1409224 jokowi-berharap-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-jadi-uu-weu62Y6O4J.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dalam pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang membahas tentang kekerasan terhadap perempuan, orang nomor satu di Indonesia tersebut sangat memberikan perhatian serius terhadap kekerasan kepada perempuan.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Yohana Yembise, serta Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Azriana. Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi mendorong RUU Penghapus Kekerasan Seksual dijadikan UU oleh DPR RI.

"Beliau tadi mengarahkan supaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak memberikan maksimalisasi koordinasi dengan Komnas Perempuan melalui Kementerian Sekretariat Negara," ujar Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Sesuai dengan informasi yang ia terima, jika sudah ada enam RUU yang dimasukkan dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2016 salah satunya adalah RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

"Jadi ini akan menjadi prioritas pemerintah dan DPR untuk menyegerakan proses pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," katanya.

"Karena draftnya dari Komnas Perempuan maka Komnas Perempuan lah yang bisa menjelaskan konten inti dari penguatan berbagai UU yang sudah kita punya. Kita punya UU TPPU, kita punya UU KDRT, kita punya UU Perlindungan Anak, tapi rupanya ada beberapa hal yang masih belum ter-cover bagi korban kekerasan seksual di tiga UU yang ada," tambahnya.

Kementerian Sosial sendiri, kata dia, dalam hal ini ada pada posisi support untuk konsep rehabilitasinya bagi korban, keluarga korban maupun kepada pelakunya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini