Tangkap Hakim dan Jaksa, KPK: Penegakan Hukum Prioritas Utama!

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 06 Juni 2016 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 06 337 1407802 tangkap-hakim-dan-jaksa-kpk-penegakan-hukum-prioritas-utama-zFvCYuF6Ue.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Semester pertama tahun ini, setidaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tujuh kali operasi tangkap tangan (OTT). Dalam operasi tersebut, lembaga antirasuah menyasar sejumlah penegak hukum, baik di lingkungan peradilan maupun kejaksaaan.

Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya belakangan ini melakukan penindakan dengan menyasar para penegak hukum lantaran sebagai prioritas utama melakukan reformasi.

"Penegakan hukum, prioritas utama dalam setiap proses reformasi," kata Agus, Senin (6/6/2016).

Seperti diketahui, tangkap tangan di lembaga peradilan menyasar Kasubdit Kasasi Perdata Direktorat Pranata Dan Tata Laksana Perkara Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna. Dia diduga menerima suap untuk menunda penerbitan putusan kasasi.

Kemudian tangkap tangan berlanjut terhadap dua orang jaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi DKI Jawa Barat, yakni Deviyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo. Kasus yang menjerat mereka berdua berkaitan dengan Bupati Subang Ojang Sohandi.

Lalu, lembaga antirasuah ini membongkar praktik suap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan mengamankan Panitera/Sekretaris, Edy Nasution. Pada kasus ini turut menyeret nama Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Rumah dan ruang kerja Nurhadi turut digeledah pasca OTT.

Terbaru, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Janner Purba dan Hakim Toton, yang keduanya merupakan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. Mereka diduga menerima suap dalam penanganan perkara korupsi di RS M. Yunus Bengkulu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini