DPR Dorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Masuk Prolegnas Tambahan

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 25 Mei 2016 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 25 337 1397555 dpr-dorong-ruu-penghapusan-kekerasan-seksual-masuk-prolegnas-tambahan-OEFTyWzOqw.jpg Ilustrasi sidang paripurna DPR RI (Antara)

JAKARTA - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mendorong untuk merumuskan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Perumusan itu menyusul maraknya kejahatan seksual yang terjadi selama ini.

Ketua Baleg DPR, Supratman Andi Agtas mengatakan, RUU PKS ini tak bisa langsung masuk dalam perubahan program legislasi nasional (prolegnas) 2016. Namun, pihaknya akan terus mendorong agar RUU PKS bisa masuk dalam prolegnas tambahan.

"Kita akan mendengar dari pengusul tentang materi-materi yang berkaitan dengan kekerasan seksual itu. Intinya bahwa kami di Baleg merespons itu dan sudah bersepakat untuk memasukkan dalam prolegnas tambahan," ujar Supratman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2016).

(Baca juga: DPR Bahas RUU Kekerasan Seksual Setelah Reses)

Ia menilai kejahatan seksual terus meningkat pada akhir-akhir ini. Tak hanya kepada kaum perempuan dewasa, kejahatan yang menurut Supratman sangat kejam itu, juga kerap menimpa anak-anak.

"Oleh karena itu harus direspons DPR bersama pemerintah untuk melakukan penguatan terhadap penindakan pelaku kekerasan seksual," tutur Supratman.

Menurutnya, rapat kali ini mendengarkan keterangan tenaga ahli terkait urgensi pengajuan RUU PKS tersebut. Kemudian, Baleg juga mendengarkan masukan dari komisi-komisi terkait agar RUU PKS ini bisa diterima dalam prolegnas perubahan.

Desakan RUU PKS dimasukkan ke dalam prolegnas perubahan 2016, berawal dari 39 anggota DPR yang menyampaikan surat kepada pimpinan Baleg pada 17 Mei 2016. Penyampaian surat itu disertai dengan naskah akademik dan naskah RUU.

Sebanyak 39 anggota DPR itu mempertimbangkan setidaknya ada 35 perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual setiap harinya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini