Aktivis 98: Soeharto Tidak Layak Menjadi Pahlawan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 23 Mei 2016 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 23 337 1395992 aktivis-98-soeharto-tidak-layak-menjadi-pahlawan-KwrvPJXJTe.jpg Acara refleksi 18 tahun reformasi (Arie DS/Okezone)

JAKARTA – Wacana pemberian gelar pahlawan nasional terhadap mantan Presiden Soeharto mendapat penolakan keras dari kalangan aktivis 1998. Mereka menilai penguasa orde baru itu sangat tak layak jadi pahlawan.

Seorang aktivis 98, Ubedilah Badrun menyatakan, bahwa Soeharto tidak layak mendapatkan predikat pahlawan nasional karena harus bertanggung jawab terhadap beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) seperti tragedi 12 Mei 1998 yang memakan korban dan belum terselesaikan hingga kini.

‎"Saya, kami, sudah meyakini bahwa rezim Soeharto adalah rezim diktator, otoriter, sulit sekali diposisikan sebagai pahlawan, kami melihat kasus Soeharto tidak layak menjadi pahlawan," ujar Ubedilah di acara Refleksi 18 Tahun Reformasi di kawasan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, apabila pemerintah tetap mendukung gelar pahlawan untuk Soeharto, ia bersama rekan aktivis 98 siap melakukan perlawanan.

(Baca juga: Gerindra Dukung Soeharto Jadi Pahlawan)

"Kami melawan, menolak. Apa fakta ilmiah yang mendukung bahwa Soeharto adalah pahlawan? Kalau menyebut Jenderal Besar Soedirman, tidak ada fakta yang menolak secara ilmiah bahwa Soedirman adalah pahlawan bangsa," ungkapnya.

Pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta tersebut juga menilai bahwa Soeharto tidak pantas disetarakan dengan Jenderal Soedirman yang terbukti melakukan perjuangan untuk bangsa Indonesia.

"Beliau Jenderal Soedirman yang tidak punya orientasi materialistik, berjuang untuk kepentingan nasional bangsa ini. Kami tidak menolak Soedirman adalah pahlawan bangsa ini, tapi kalau Soedirman disamakan dengan posisi Soeharto, itu sesuatu yang luar biasa jauh berbeda," tandasnya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini