Kemenkes: Perppu Kebiri Bertabrakan dengan Kode Etik Dokter

Achmad Fardiansyah , Okezone · Senin 23 Mei 2016 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 23 337 1395773 kemenkes-perppu-kebiri-bertabrakan-dengan-kode-etik-dokter-QOUSElxGKk.jpg Kejahatan Seksual (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Pemberlakuan Perppu Kebiri terhadap para pelaku pelecehan seksual dan paedofilia kembali menuai kontra. Pasalnya, Perppu tersebut ternyata sangat bertolak belakang dengan kode etik kedokteran.

"Dari sisi medis, hukuman kebiri ini dilematis, karena bertolak belakang dengan kode etik kedokteran," kata perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Lina dalam diskusi yang bertajuk Hukum Kebiri, Indonesia Latah atau Tanpa Solusi? di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).

Tidak hanya kode etik dokter yang diterobos, melainkan kebiri juga dianggap jelas-jelas melanggar Hak Asasi Manusia dan sumpah dokter.

(Baca: Hukuman Kebiri Tak Mampu Menekan Libido Penjahat Seksual)

"Karena apa pun yang kita berikan, kalau kita berikan secara medis itu ada pelanggaran dari HAM, kode etik, dan sumpah dokter," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, Perppu Kebiri tidak akan menimbulkan efek jera para pelaku. Tapi, hukuman tersebut hanya akan meningkatkan hasrat seksual para pelaku pelecehan seksual dan pelaku paedofilia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini