Share

Gelar Pahlawan Soeharto, PDIP: Biar Rakyat yang Menilai

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Sabtu 21 Mei 2016 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 21 337 1394347 gelar-pahlawan-soeharto-pdip-biar-rakyat-yang-menilai-LG5S0DEuda.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Partai Golkar mengusulkan mantan Presiden Soeharto untuk diangkat sebagai pahlawan nasional. Namun, sejumlah kader PDI Perjuangan menolak usulan tersebut karena adanya TAP MPR Nomor 11 Tahun 1998.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto mengaku pihaknya menghargai perbedaan. Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya usulan pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional kepada rakyat.

"PDIP hargai perbedaan, itu sebagai hal yang mematangkan kualitas demokrasi, substasinya biar rakyat nilai. Ketika ambil keputusan penting tidak boleh lupakan rakyat," ujar Hasto di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/5/2016).

Hasto mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya terhadap proses legalitas pegangkatan seseorang sebagai pahlawan. Namun, ia meminta agar dalam proses tersebut tidak digeser pada isu politik.

Dikatakannya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati meminta kepada seluruh pihak terkait adanya hujatan terhadap mantan Presiden Soeharto dihentikan.

"Ketika Soeharto dihujat, Bu Mega bangun politik peradaban stop hujat, karena tidak boleh tersandera masa lalu. Bangun langkah rekonsiliasi untuk kejar ketertinggalan dari bangsa lain," sambungnya.

Namun, Hasto menampik jika disebut PDI Perjuangan menyepakati usulan gelar pahlawan bagi Soeharto. "Perlu kajian sehingga perlu pendalaman, dengar rakyat untuk mematangkan pastisipasi publik untuk hal penting. PDIP akan dorong sembuhkan luka-luka masa lalu, gotong royong dan tatap masa depan," tandasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini