nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

108 Tahun Harkitnas, Ketua KPK: Momentum Perbaiki Diri dari Korupsi

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2016 13:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 05 20 337 1393424 108-tahun-harkitnas-ketua-kpk-momentum-perbaiki-diri-dari-korupsi-Q6hCsn3jKk.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Tepat 108 tahun yang lalu, hari ini, Jumat (20/5/2016) lahir organisasi Boedi Oetomo. Kelahiran organisasi di masa penjajahan kolonial Belanda itu, dicetuskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1948.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan bahwa Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei ini harus dijadikan sebagai momentum untuk mempebaiki diri, terutama dalam memberantas korupsi.

"Kita harus bangkit, memperbaiki diri dari korupsi. Kemudian sesering mungkin kita mementingkan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi," kata Agus usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Agus berharap, para pegawai di lembaga yang dipimpinnya ini bisa menjadi contoh oleh para pegawai negeri sipil (PNS) di lembaga lainnya dalam momentum Harkitnas ini. Berbekal gaji yang di atas rata-rata PNS lainnya, pegawai KPK harus yang terdepan melakukan reformasi birokrasi.

"Reformasi birokrasi ingin kinerja birokrasi dan budayanya kita bagus. KPK posisinya selalu ada target, selalu mementingkan pelayanan dibanding kepentingan pribadi," ujar dia.

Menurut Agus, masih banyak hal yang harus diperbaiki bangsa ini dalam pemberantasan korupsi. Salah satu langkah yang harus diambil, terutama mengenai reformasi birokrasi yang telah dirintis beberapa tahun belakangan ini, peningkatan kesejahteraan PNS tentu menjadi pilihan.

"Kan tidak mungkin kita membiarkan birokrat kita gajinya kurang, kan tidak mungkin walau dalam waktu yang bersamaan harus kita tuntut kinerjanya, budaya kerjanya kemudian semangat pelayanan kepada publik tapi kita tidak bisa membiarkan underpaid, tidak mungkin. Jadi reformasi birokrasi harus diperbaiki," tukas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini