Kalangan DPR Minta Lion Air Diberi Tindakan Tegas

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 17 Mei 2016 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 17 337 1390446 kalangan-dpr-minta-lion-air-diberi-tindakan-tegas-OSP3x2GWjB.jpg Foto ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Insiden salah mendarat pesawat Lion Air dengan penerbangan internasional di Terminal Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu sangat disesalkan banyak pihak. Salah satunya Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Ia menyesalkan kesalahan yang dilakukan maskapai penerbangan Lion Air itu. Pasalnya, kesalahan itu berpotensi terjadinya tindakan pidana terutama terkait dengan Undang-Undang Keimigrasian.

"Tindakan kru pesawat Lion Air yang masuk wilayah Indonesia tidak melalui tempat pemeriksaan imigrasi patut diduga merupakan tindak pidana yang melanggar Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian," ujar Sufmi melalui rilisnya kepada Okezone, Selasa (17/5/2016).

Politikus Partai Gerindra itu menyebutkan, terdapat tiga bahaya besar yang timbul akibat keteledoran Maskapai Lion Air itu. Pertama, tidak terdeteksinya warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

(Baca juga: Penumpang Lion Air Asal Hongaria Bebas Berkeliaran Tanpa Diperiksa Imigrasi)

"Kita tidak tahu apakah mereka memenuhi syarat keimigrasian untuk masuk ke wilayah Indonesia atau tidak. Yang paling bahaya kita bisa kecolongan masuknya teroris warga negara asing yang bisa menggerakkan aksi terorisme di negara kita," ungkap Sufmi.

Bahaya kedua menurut Sufmi yakni tidak bisa dipastikannya warga negara Indonesia (WNI) yang masuk kembali ke Tanah Air apakah sedang tersangkut tindak pidana atau tidak.

"Apakah mereka dalam status clear atau mereka adalah buronan yang selama ini lari ke luar negeri seperti para buronan BLBI misalnya," kata Sufmi.

Ia menambahkan bahaya ketiga yakni sulitnya mendeteksi barang bawaan para penumpang tersebut, apakah memenuhi ketentuan keimigarsian dan bea cukai atau tidak.

"Bisa saja diantara para penumpang tersebut ada yang membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar tanpa bisa terdeteksi imigrasi dan bea cukai. Uang tersebut tidak akan bisa terlacak oleh PPATK," beber Sufmi.

Ketua DPP Partai Gerindra itu berharap Direktorat Jenderal Imigrasi bergerak cepat memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab secara hukum dalam peristiwa ini. Para penumpang, lanjut Sufmi juga harus didata kembali untuk menghindari bahaya-bahaya yang sudah disebutkannya itu.

“Khusus untuk kru Lion Air, seharusnya mereka yang pertama dipanggil dan diperiksa," pungkas Sufmi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini