Istana: Perppu Kebiri Masih Digodok Menteri

Gunawan Wibisono, Okezone · Kamis 12 Mei 2016 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 12 337 1386948 istana-perppu-kebiri-masih-digodok-menteri-0Ofzl7KgbW.jpg Kekerasan Seksual Anak (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap anak. Saat ini, Perppu tersebut masih dimatangkan di tingkat menteri.

"Masih digodok di tingkat kementerian di bawah koordinator Menteri PMK Puan Maharani. Sedang dibahas, tadi saya cek apa sudah sampai ke Presiden, belum sampai," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Prabowo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/5/2016).

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengatakan, Presiden Jokowi juga menginstruksikan kepada para menteri agar segera menyelesaikan pembahasan Perppu tersebut.

(Baca juga: DPR Bahas RUU Kekerasan Seksual Setelah Reses)

Menurut Johan, Presiden tahu betul bahwa kejahatan seksual kepada anak adalah kejahatan luar biasa sehingga penangananya harus sangat luar biasa, seperti adanya hukuman kebiri.

"Presiden minta itu diserakan (Perppu)," ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, pemerintah memutuskan menerapkan hukuman kebiri bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Keputusan diambil setelah Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait di Kantor Presiden, Rabu 11 Mei 2016.

Menurut Puan, dalam Perppu tersebut juga mengatur hukuman kebiri dan pemasangan chip agar dapat memantau gerak-gerik pelaku.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini