Kak Seto Khawatir Kebiri Bikin Penjahat Seksual Jadi Beringas

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 11 Mei 2016 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 11 337 1385146 kak-seto-khawatir-kebiri-bikin-penjahat-seksual-jadi-beringas-OrksfJpmwy.jpg Kak Seto (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Psikolog dan pemerhati masalah anak, Seto Mulyadi mengharapkan pemerintah untuk merevisi undang-undang terkait perlindungan anak ketimbang mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Hukuman Kebiri bagi pelaku kejahatan seksual.

"Saya lebih senang bila pemerintah merevisi undang-undang," ujar Kak Seto saat berbincang dengan Okezone, Rabu (11/5/2016).

Kak Seto beralasan pemerintah terlalu terburu-buru bila mengeluarkan Perppu Hukuman Kebiri. Menurutnya, hukuman kebiri hanya mematikan hasrat seksual bagi pelaku kejahatan seksual seperti pemerkosaan. 

Sebaliknya, pelaku dikhawatirkan akan menjadi lebih berbahaya dan beringas bila masih memiliki rasa dendam karena alat vitalnya sudah dikebiri. Rasa dendam yang berlebihan ini ditakutkan dapat membuat pelaku bertindak lebih kejam dan berbahaya kepada korbannya.

(Baca juga: Lusa, Jokowi Putuskan Perppu Kebiri atau Revisi UU)

"Kalau dikebiri ini membuat dia jadi punya rasa dendam karena diputus kemampuan seksualnya. Kemudian dia bisa jadi melakukan tindakan pemerkosaan yang lebih sadis dengan cara-cara lain. Nah, ini justru akan bertambah parah karena ada rasa dendam di dalam dirinya dan sangat berbahaya bagi korban," ujarnya.

Ketimbang hukuman kebiri, Kak Seto lebih berharap pemerintah merevisi undang-undang dengan menambah atau memperberat hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual. 

"Mending diperlama saja hukumannya, misalnya minimal seumur hidup, mungkin bisa membuat orang lain berpikir seribu kali untuk melakukan kejahatan pemerkosaan atau sebagainya itu," katanya.

Untuk itu, Kak Seto juga meminta para wakil rakyat untuk memperhatikan masalah tersebut. Mereka sebagai perumus atau pihak yang merevisi undang-undang juga harus bekerja cepat sehingga revisi undang-undang tentang perlindungan anak dapat segera terwujud.

"Revisi UU ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk para pemangku kepentingan di legislatif," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini