nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tipe Pemilih Ketum Golkar, dari Ideologis hingga Transaksional

Regina Fiardini, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2016 11:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 07 337 1382263 tipe-pemilih-ketum-golkar-dari-ideologis-hingga-transaksional-uAMd41AV4o.jpg

JAKARTA – Sebanyak enam kandidat sudah lulus verifikasi bursa pemilihan Ketua Umum Partai Golkar. Mereka adalah Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Aziz Syamsudin, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, dan Setya Novanto.

Pengamat politik dari Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menilai ada empat karakter pemilih dalam menentukan pemenang dari perebutan kursi ketum partai beringin.

Pertama adalah pemilih yang melihat kandidat berdasarkan ideologis, cita-cita, gagasan, dan ide. Akhirnya, calon yang dipilih adalah yang bisa membawa Golkar menjadi partai yang lebih besar. Visi dan misi yang dipaparkan juga dianggap bukan sekadar basa-basi.

"Kedua, dia memilih karena ekonomi politik transaksional, siapa yang bisa melakukan transaksi uang," kata Hanta dalam diskusi tentang ‘Akhirnya Golkar Bisa Gelar Munaslub’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).

(Baca juga: Iuran Rp1 Miliar Berpotensi Citra Negatif Partai Golkar)

Tipe ketiga, lanjutnya, adalah pemilih yang mementingkan jaminan legal protection. Misalnya, jika si A menjadi ketua umum maka posisinya sebagai kepala daerah tidak akan mendapat intervensi.

Terakhir atau yang keempat adalah soal kekuasaan. Kandidat yang terpilih diharapkan mampu memberikannya berbagai jabatan.

"Jadi, munaslub ini adalah momentum bagi Golkar, bergantung bagaimana mekanismenya. Tapi kalau munaslub ini basisnya masih transaksional agak sulit," tutupnya. (day)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini