Share

Cerita Negosiator Bujuk Abu Sayyaf "Si Anak Badung"

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 02 Mei 2016 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 02 337 1377720 cerita-negosiator-bujuk-abu-sayyaf-si-anak-badung-ms35vQPgY7.jpg 10 WNI yang bebas dari sanderaan Abu Sayyaf. (Foto: Instagram Jokowi)

JAKARTA - Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf sejak 26 Maret 2016 di Filipina berhasil dibebaskan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Filipina Edi Mulya, sebagai salah satu negosiator pembebasan 10 orang WNI tersebut menceritakan proses negosiasi yang dilakukannya.

"Iya ini full negosiasi. Kebetulan saya masuknya cuma di tengah, jadi itu ada sahabat saya Pak Baidowi sama teman-teman mereka yang atur jadi kita cuma tindak lanjut," ujar Edi Mulya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (1/5/2016) malam.

Kata Edi, pihaknya sempat mengadakan riset pendidikan di daerah Filipina bersama dengan tim Baidowi 2012 silam tentang terorisme. "Nah, kita pelajarin. Intinya, ini kan ada anak nakal dalam satu keluarga. Kan ada anak nakal, nah bagaimana kita komunikasi dengan itu. Kemudian ada yang dituakan, dihormatin. Nah semuanya itu, saya hanya tindak lanjutin," tambahnya.

(Baca juga: Berikut Pernyataan Lengkap Jokowi soal Bebasnya 10 WNI)

Selanjutnya, ada beberapa anggota kelompok teroris Abu Sayyaf  yang sebelumnya pernah ikut program pendidikan Tahun 2012. Hal itulah yang membuka jalan lancarnya negosiasi dengan beberapa anggota kelompok yang terkenal kejam ini.

Namun Edi enggan menjelaskan secara rinci mekanisme pembebasan Abu Sayyaf, apakah menggunakan tebusan atau murni melakukan negosiasi. "Oh itu enggak bisa kita ceritain. Anggap saja ada anak yang badung, kalo anak badung kan kasarnya jangan dimatiin. Jadi intinya itu saja," tukasnya. (day)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini