nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Manfaatkan Geografis, TNI Akan Mengubah Pulau Biak Jadi 'Kapal Induk'

Feri Agus Setyawan, Okezone · Sabtu 30 April 2016 22:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 30 337 1377099 manfaatkan-geografis-tni-akan-merubah-pulau-biak-jadi-kapal-induk-MX86LTWzQu.jpg Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengunjungi Landasa Udara Manuhua Biak, Papua(Feri Agus Setyawan/Okezone)

BIAK - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membuat pulau-pulau terluar yang strategis untuk disulap agar berfungsi seperti 'Kapal Induk'. Salah satu pulau yang akan difungsikan seperti 'Kapal Induk' yakni Pulau Biak, Papua.

Pulau yang terletak di utara Pulau Papua ini, memang memiliki sejarah panjang sebagai pangkalan utama Belanda hingga Jepang, saat menduduki wilayah Indonesia. Setidaknya, Biak sudah memiliki infrastruktur yang dibangun sejak masa kolonial.

"Kita tidak butuh kapal induk, pulau-pulau kita jadikan kapal induk. Dari pada kita beli kapal induk berapa (mahal), mendingan pulau-pulau kita buat," kata Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo saat meninjau Landasan Udara Manuhua, Biak, Papua, Sabtu (30/4/2016).

TNI saat ini, memang tengah berencana melakukan pembangunan Pulau Kapal Induk di titik-titik strategi wilayah nusantara. Untuk wilayah barat akan dibuat di Pulau Natuna, sementara utara di Pulau Morotai, kemudian di selatan di Pulau Saumilaki.

Menurut jenderal TNI bintang empat ini, jika di pulau-pulau tersebut mampu menampung segala kebutuhan, seperti halnya sebuah kapal induk, maka sudah bisa digantikan fungsinya.

"Kalau di sini bisa pesawat tempur, pesawat transportasi bisa, kemudian kapal-kapal juga bisa di sini, logistik juga bisa disini. Terus apa bedanya dengan kapal induk?," bebernya.

Gatot juga berencana menambah jumlah armada perangnya, terkhusus di wilayah timur Indonesia agar bisa merata. Hal ini, untuk menutup kekosongan wilayah-wilayah strategis yang tentunya bisa kapan saja diserang oleh musuh.

"Ya pasti (kita tambah), sementara ini terpusat di Madiun dan Makassar, sebagian harus rata. Karena sekarang kita tak bisa memprediksi musuh dari mana datangnya. Pasti musuh akan melihat yang ksoong yang mana. Nah itu yang sekira kita isi," tuturnya.

Mantan KASAD ini mengatakan, pihaknya memprioritaskan secara serentak pembangunan Pulau Kapal Induk mengingat untuk kepentingan pertahanan nasional. Dia pun bakal memaparkan rencana ini ke pemerintah dan tentu akan berusaha menekan anggaran untuk pembangunan ini.

"Ini kan sedang kita hitung, baru saya paparkan kepada pemerintahh, nah kita tunggu pemerintah bagaimana. Nanti saya mengusahakan agar sehemat mungkin," tukas dia.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini