Marwan Optimis Masalah Pertanahan di Kawasan Transmigrasi Selesai

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 29 April 2016 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 29 337 1376356 marwan-optimis-masalah-pertanahan-di-kawasan-transmigrasi-selesai-Brf4fG500H.jpg Foto:Ist

JAKARTA - Penyelenggaraan transmigrasi berhasil membangun 3.608 Satuan Permukiman Transmigrasi di 619 kawasan transmigrasi. Bahkan telah berkembang menjadi dua ibu kota provinsi, 104 kabupaten/kota, 385 kecamatan, dan 1.183 desa definitif.

Namun demikian, penyelenggaraan transmigrasi yang memberikan kontribusi terhadap produksi pangan nasional, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, masih mengalami beberapa persoalan di bidang sertifikasi lahan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan, berdasarkan data yang ada masih tersisa beban tugas sertifikasi lahan yang belum selesai sebesar 336.339 bidang, di 1.019 lokasi permukiman pada 188 kabupaten/ 27 provinsi.

"Hal ini disebabkan 184.487 bidang belum terbit SK HPL; 101.820 bidang sudah terbit SK HPL tetapi belum dilengkapi sertifikat HPL; 29.149 bidang bermasalah dengan penduduk setempat; 20.761 bidang tumpang tindih dengan kawasan hutan,” ujar Marwan di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Pemerintah kata dia akan menyelesaikan persoalan lahan di daerah transmigrasi secepat mungkin. “Kasus pertanahan secara perlahan kita selesaikan, kami tidak bisa menyelesaikan itu sendiri makanya kita adakan sarasehan ini digabungkan dengan lintas kementerian,” sambungnya.

Kementerian Desa, Menurut Marwan akan mendorong secepat mungkin sertifikasi tanah transmigran untuk diterbitkan. Berbagai macam persoalan tanah trasnmigran, diantaranya adalah penyelesaian komnflik tanah dengan Pemda dan beberapa persoalan tanah transmigran yang dicaplok oleh perusahaan.

“Setiap ada laporan mengenai persoalan tanah, kita langsung terjunkan tim untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Saya optimis, waktu tiga tahun ini kalau dimanfaatkan secara optimal persoalan pertanahan di daerah transmigran akan bisa diselesaikan,” ujarnya.

Dia meyakini penyelenggaraan transmigran akan memberikan berkontribusi di bidang percepatan pertumbuhan jika persoalan pertanahan tersebut berhasil diselesaikan.“Eks pemukiman transmigrasi telah banyak melahirkan SDM yang berkualitas dan bekerja di berbagai sektor, dengan transmigrasi kami juga berusaha mengembangkan lumbung-lumbung pangan di pedesaan,"pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini