Hary Tanoe Ceritakan Awal Sengketa MNC TV

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Selasa 26 April 2016 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 26 337 1372953 hary-tanoe-ceritakan-awal-sengketa-mnc-tv-YUQlxeMxVX.jpg Hary Tanoesoedibjo (Foto: Okezone)

JAKARTA - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, menceritakan awal pengambilalihan saham di MNC TV. Hal itu bermula dari ditutupnya Bank Yama, lalu Hary Tanoe membantu bank yang dikelola Siti Hardianti Rukmana (Tutut) tersebut.

"Pada waktu itu Bank Yama juga ditutup, saya diminta membantu. Dari nol, utang-utang yang macet kita bayarin, selesaikan," ujar Hary Tanoe saat syukuran kemenangan MNC TV, di Jalan Pintu II TMII, Jakarta Timur, Selasa (26/4/2016).

Alhasil, terdapat kesepakatan 75 saham TPI untuk dikelola oleh MNC Group. Terlebih lagi kala peringkat TPI tengah jeblok.

"Kesepakatnnya kita dapat 75 persen saham TPI. Waktu itu tidak ada itung-itungaan. TPI juga peringkatnya tidak bagus," imbuhnya.

(Baca Juga: Menang di MA, MNC TV Gelar Syukuran)

Saat itu TPI juga mengalami persoalan seperti transmisi yang tidak diganti dan sejumlah program juga enggan menawarkan ke TPI lantaran takut tidak dibayar.

"Transmisi tidak pernah diganti, berantakan. Kita ganti semua. Program tidak disuplai orang takut tak dibayar, seperti tahun 1998-2002 tidak dibayar," sambungnya.

Selanjutnya, MNC Group menerjunkan tim untuk membangun TPI. Ketika itu dimunculkan program KDI, API, dan sinetron Ilahi. Hasilnya, tiga siaran tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

"Tim juga kita kasih. Makanya ada program KDI, API, sinetron Ilahi. Dan, tiga-tiganya booming. Sempat beberapa bulan nomor satu di tahun 2004-2005," bebernya.

Alhasil, Tutut pun datang kembali dan bermaksud untuk mengambil alih TPI. "Masalah timbul, diminta lagi. Saya tidak mau, ini kan bagian dari perusahaan publik," tukasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini