Perintahkan Cari Kuburan Massal PKI, Jokowi Bangunkan Macan Tidur

Reni Lestari, Okezone · Selasa 26 April 2016 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 26 337 1372609 perintahkan-cari-kuburan-massal-pki-jokowi-bangunkan-macan-tidur-drLyJJz3S8.jpg Presiden Jokowi

JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas berpendapat, perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menkopolhukam Luhut Panjaitan untuk mencari kuburan massal korban G30 S/PKI sebagai bumerang bagi pemerintah.

Menurutnya, langkah tersebut sama saja dengan membangunkan macan yang sedang tidur. Sebab, jika diniatkan untuk rekonsiliasi, tak sedikit barisan sakit hati pada PKI yang akan bangkit menentang langkah pemerintah ini.

“Namanya membangkitkan macan tidur, enggak perlu. Kan dendam bangsa Indonesia kepada PKI kan tidak sedikit, pondok pesantren yang kiainya dibantai, ormas pemuda akan bangkit,” kata Yunahar saat dihubungi Okezone, Selasa (26/4/2016).

(Baca Juga: Jokowi Perintahkan Menko Polhukam Cari Kuburan Massal PKI)

Yunahar menilai pemerintah tak perlu menempuh langkah rekonsiliasi terhadap tragedi pembantaian 1965-1966 ini. Rekonsiliasi, sambungnya, tak bisa dilakukan karena pihak-pihak yang bersangkutan sudah meninggal dunia.

“Sekarang rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Semua sudah pada mati, lalu antara siapa dengan siapa? antara anak cucunya dengan anak cucunya? Ya itu namanya menghabiskan dendam,” lanjut dia.

Menurut Yunahar, apa yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia, sebaiknya tetap tersimpan sebagai sejarah dan menjadi pelajaran saja. Sebab jika kembali diungkit, akan membuka luka lama. Namun, jika tujuan pelacakan kuburan massal PKI itu agar para keluarga bisa mengetahui tempat leluhurnya bersemayam, Yunahar mengatakan hal itu tidak mengapa.

(Baca Juga: Mencari Kuburan Massal PKI Dinilai Bisa Buka Luka Lama)

“Jadi saya kira kalau memang tujuannya untuk mengungkap yang lama enggak usah. Kalau untuk kemanusiaan, mungkin perlu untuk keluarga yang ingin tahu tempat kuburan keluarganya, ya silakan saja,” tukas Yunahar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini