nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirikan Kampung Inggris, Komitmen Kemendes PDTT Wujudkan SDM Unggul

Rabu 13 April 2016 14:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 13 337 1361708 dirikan-kampung-inggris-komitmen-kemendes-pdtt-wujudkan-sdm-unggul-chTi6GWmaA.jpg Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar (Foto: Dok. Okezone)

Tak dapat dimungkiri, era global nyatanya sarat akan persaingan yang menuntut semua aspek kehidupan efisien nan cepat serta terhubung ke belahan dunia, termasuk di kawasan transmigrasi. Salah satu kendala terbatasnya kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kemampuan menguasai bahasa Inggris.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) tengah mempersiapkan pendirian Kampung Inggris di berbagai kawasan transmigrasi dengan konsep seperti Kampung Pare di Kediri, Jawa Timur.

Pilot project pendirian Kampung Inggris dipusatkan di kawasan transmigrasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pendirian Kampung Inggris di berbagai lokasi transmigrasi terus dilakukan sebagai terobosan meningkatkan kualitas SDM agar para transmigran dan masyarakat sekitar belajar dan mahir berbahasa Inggris.

"Dalam jangka panjang, bisa meningkatkan citra transmigrasi melalui ikon Kampung Inggris Transmigrasi," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Kemampuan berbahasa Inggris bagi para transmigran bisa menambah kemampuan menguasai informasi, komunikasi, dan transportasi, yang ditunjang oleh perkembangan teknologi produksi pertanian untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat.

"Kemampuan bahasa Inggris dan penerapan teknologi produksi, terutama bidang pertanian akan memudahkan perkembangan usaha perekonomian serta mampu mengundang investor dalam dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di kawasan transmigrasi," terangnya.

Ditargetkan, rintisan pendirian Kampung Inggris bisa menunjang perkembangan program transmigrasi di daerah. Sehingga lebih berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan kecukupan papan, ketahanan nasional, kebijakan energi alternatif, pemerataan investasi ke daerah, serta menanggulangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Menurut Menteri Desa PDTT, pendirian kampung Inggris bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa Inggris ACCESS English Studies, Kampung Inggris, Pare Kediri dan Organisasi Persatuan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI).

Metode belajar yang akan diterapkan mengadopsi sistem yang digunakan oleh ACCESS English Studies, yaitu metode Natural Learning Ability (NLA), dan Neuro Linguistic Programming (NLP).

"Metode pelatihan bahasa Inggris seperti yang digunakan di Pare, Kediri, sehingga transmigran diwajibkan mulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 17.00 sore untuk berbahasa Inggris dalam segala aktivitasnya," ujarnya.

Keunggulan lainnya adalah suasana belajar, karena peserta bertempat tinggal dengan pola homestay bergabung dengan rekan sesama peserta dan pembimbing (coaches), dengan pakaian biasa asalkan sopan, sehingga tercipta suasana santai.

Keunggulan lainnya adalah cepat menghapus mental block karena semua peserta terpaksa untuk bisa berbahasa Inggris, sehingga tidak merasa malu berbahasa Inggris, walaupun belum fasih dan lancar.

"Biaya pelatihannya tergolong murah meriah, seperti di Kampung Pare, Kediri yang rata-rata biaya kos hanya Rp100 ribu per bulan ditambah makan sekira Rp200-300 ribu sehingga terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah," ucapnya.

Jumlah penduduk di kawasan KTM Cahaya Baru berjumlah 12.203 KK atau 45.063 jiwa dengan mata pencaharian bergerak di sektor pertanian, sektor industri pengolahan dan sebagian kecil bergerak di sektor peternakan.

"Kawasan Cahaya Baru secara administratif memiliki luas kawasan 52.150 Ha yang terbagi dalam 5 Satuan Kawasan Permukiman (SKP) dengan pusat SKP di Jejangkit Pasar, Tabing Rimbah, Karang Bunga, Danda Jaya, dan Sungai Gampa serta meliputi 6 kecamatan dengan 47 desa," tandasnya.

Kemampuan bahasa Inggris mutlak diperlukan untuk generasi mendatang agar mereka menjadi generasi cerdas, unggul dan berkarakter positif yang siap bertarung di era global. Ini merupakan tugas bersama dengan modal kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan SDM yang banyak.

Melihat antusiasme warga untuk belajar Bahasa Inggris, membuat bangga dengan semangat mereka yang berupaya meningkatkan kemapuan SDM di kawasan transmigrasi.

"Pemerintah baru mencanangkan sedangkan warga setempat sudah berlari menyambut dengan penuh antusiasme, " katanya.

Untuk pengelolaan selanjutnya, diserahkan kepada pemerintah desa setempat, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut, Indonesia berpeluang menjadi negara maju dan macan Asia, sekaligus bisa muncul sebagai superpower baru dunia.

Inilah masa di mana Indonesia berpeluang bangkit menuju masa keemasan peradaban yang gemilang. Persemaian generasi mendatang di kawasan transmigrasi, juga dilaksanakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

Pendidikan formal dengan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dasar sembilan tahun, sedangkan pendidikan nonformal melalui kegiatan Rumah Pintar, Karang Taruna dan kegiatan sosial keagaman lainnya.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini