Share

Prijanto Beberkan Hubungan Mesra Ahok, Sunny & Podomoro Land

Feri Agus Setyawan, Okezone · Sabtu 09 April 2016 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 09 337 1358388 prijanto-beberkan-hubungan-mesra-ahok-sunny-podomoro-land-Rbnvx6qKGV.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengatakan, ada hubungan yang erat antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, stafnya Sunny Tanuwidjaja dan PT Agung Podomoro Land. Dia pun membeberkan hubungan "mesra" ketiganya dalam permasalahan tanah Taman BMW.

"Itu lah, Sunny bukan PNS, saya katakan. Ada hubungan yang erat antara Pak Ahok, Sunny dan Agung Podomoro Land," kata Prijanto dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya 'Reklamasi Penuh Duri' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/4/2016).

Menurut Prijanto, pada sengketa tanah yang berlokasi di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu, pihak Podomoro Land selaku pengembang berkewajiban memberikan tanah itu kepada Pemprov DKI seluas 26 hektare. Namun belakangan, pihak Podomoro Land hanya menyerahkan 12 hektare setelah diteliti. (Baca juga: Prijanto Sebut Ada Manipulasi Aturan dalam Izin Reklamasi)

Menurut Prijanto, bahkan dari 12 hektare yang diserahkan oleh lima orang setelah didatangi ke rumahnya, ternyata mereka mengatakan, tak memiliki tanah di kawasan tersebut sebagaimana dikatakan Podomoro Land.

Ahok Nonton Bareng Film Jingga

"Berarti yang 12 hektare bodong menurut saya. Anehnya, ketika saya bilang Sunny, saya ceritakan Sun baca ini. Mengapa saya lewat Sunny, karena saya tahu Sunny itu adalah Staf pribadinya Pak Ahok. Kalau saya ke kantor, dia mesti ada di situ, dan kalau saya ke Ahok itu mesti dominan Pak Ahok makanya saya panggil Sunny saja, suruh baca dokumen ini teliti. Bener setelah tahu itu bodong, Sunny ga ngomong bodong. Gitu loh," ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah itu, Prijanto mengatakan dirinya langsung menemui Ahok yang kala itu masih menjabat Wakil Gubernur dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Menghadap Pak Ahok, Wagub DKI waktu itu, ketemu saya makan malam, saya kasih tahu. (Tapi kata Ahok) lah kok Sunny mengatakan tidak ada korupsi bahwa serah terima pengembang Podomoro sudah bener. Dari mana?" tukas dia.

Seperti diketahui, Sunny menjadi salah satu pihak yang dicegah berpergian ke luar negeri dalam pengusutan kasus dugaan suap pembahasan Raperda reklamasi teluk Jakarta.

Selain Sunny para pihak yang dicekal yakni Presdir PT APL, Ariesman Widjaja, Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, Geri Prasetya dan Berlian Kurniawati selaku pegawai PT APL.

Pencegahan ini berkaitan dengan penyidikan KPK mengenai kasus dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta terkait pembahasan Raperda tentang Reklamasi. Sanusi diduga menerima suap Rp2 miliar dari Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini