TOP NEWS: Jokowi Hadiri Muktamar PPP hingga Kegalauan Fahri Hamzah

Rizka Diputra, Okezone · Jum'at 08 April 2016 21:25 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 08 337 1358081 top-news-jokowi-hadiri-muktamar-ppp-hingga-kegalauan-fahri-hamzah-6l9RTIEXqk.jpg Presiden RI, Joko Widodo (Foto: Antara)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri pembukaan Muktamar ke VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kehadiran orang nomor satu di republik ini mewarnai pemberitaan Okezone di kanal News, Jumat (8/4/2016). Bahkan Jokowi juga mengungkapkan alasannya yang sudi menghadiri acara itu.

Selain isu Muktamar PPP, kasus pemecatan terhadap politikus PKS, Fahri Hamzah juga terus di-running pada kanal yang sama. Berikut ini summary kedua beritanya.

Presiden Jokowi di Muktamar PPP

Presiden Jokowi mengungkapkan dua alasannya hadir dalam pembukaan partai yang selama lebih dari setahun berkonflik internal ini membuat Jokowi sempat berpikir-pikir apakah akan hadir dalam Muktamar atau tidak.

Menurut Jokowi yang menjadi alasan pertama dirinya hadir adalah datangnya Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair yang akrab disapa Mbah Moen. Jokowi bahkan bertanya kepada para stafnya sehabis ibadah salat Jumat guna memastikan Mbah Kiai, biasa dia memanggilnya hadir atau tidak.

"Kenapa saya hadir. Ada dua alasan. Pertama, tadi siang saya pertama bertanya apakah Mbah Kyai datang? Saya dikasih tahu habis Jumatan dan dibilang Mbah Kyai sudah hadir di Jakarta," kata Jokowi di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Alasan kedua, Jokowi hadir di Muktamar PPP yakni surat undangan yang diperolehnya benar-benar diteken pengurus PPP yang disahkan Kementerian Hukum dan HAM, yakni Ketua Umum Suryadharma Ali dan Sekretaris Jenderal Romahurmuziy.

"Saya teliti, yang tandatangan Ketua Umum Suryadharma Ali, di sebelahnya dan Sekretaris Jenderal Romahurmuziy artinya ini islah bener. Jadi saya datang pada sore ini. Sudah dua hal tadi yang menyebabkan saya hadir sore ini," ujar Jokowi.

Ia juga berharap melalui muktamar nantinya tercipta islah atau damai diantara dua kubu yang bertikai di PPP. Sehingga tidak ada lagi dua kubu yang berebut mendatangi Menkumham maupun secara bergantian ke Istana Negara.

Kegalauan Fahri Hamzah

Fahri Hamzah terdiam sejenak saat ditanya seputar peluang dirinya berlabuh ke partai politik lain menyusul pemecatan dirinya oleh DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Fahri justru menilai pertanyaan tersebut terlalu sensitif untuk dijawab, terlebih dirinya masih ingin bersama PKS.

"Ini pertanyaan belum mau jawab sebenarnya, sensitif," kata Fahri saat memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta hari ini.

Fahri saat ini memang tengah mengajukan gugatan atas pemecatan dirinya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, sebagai salah satuh tokoh politik Tanah Air, kiprah politik Fahri tak diragukan lagi dan banyak anggapan yang menyebut bila dirinya resmi keluar PKS bakal banyak partai politik yang meminangnya.

Wakil Ketua DPR RI itu menyebut enam poin yang dianggap sebagai kebohongan publik oleh Presiden PKS Sohibul Iman. Di mana intinya, dia merasa dizalimi karena pemecatan tersebut murni bukan persoalan organisasi.

Namun, ia mengaku hingga kini masih mau kembali ke PKS yang selama 20 tahun lebih jadi kendaraan politiknya. Keputusan tersebut didapatnya setelah melihat besarnya dukungan kader dari berbagai daerah.

"Saya fine untuk kembali, banyak dapat doa, support dari kader yang meminta untuk terus berjuang," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini