Share

Pengamat: Kelompok Radikal Kerap Menukar Para Sandera

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 07 April 2016 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 07 337 1357080 pengamat-kelompok-radikal-kerap-menukar-para-sandera-ZdeWg9V64r.jpg Foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Pengamat terorisme dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menilai kelompok radikal Abu Sayyaf yang melakukan penyanderaan terhadap 10 warga negara Indonesia (WNI) bermodus ekonomi.

"Faksinya yang ada sudah uang, modusnya sudah ekonomi bukan lagi soal ideologi," kata Harist dalam acara Polemik on TV dengan Tema Kala Anak Bangsa tersandera di iNews TV, Kamis (7/4/2016).

Jika pergeseran modus yang awalnya dari persoalan ideologi ke faktor ekonomi, kata dia, bahwa kelompok Abu Sayyaf membutuhkan vitamin.

"Kalau memang penyanderaan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf, dipastikan Abu Sayyaf mebutuhkan vitamin," sambungnya.

 (Baca juga: JK Minta Utamakan Negosiasi Kemanusiaan dengan Abu Sayyaf)

Harist menambahkan, jika modusnya sudah bergeser kepada faktor ekonomi, tidak menutup kemunkinan antara kelompok penyandera lainnya saling melakukan perdagangan sandera.

"Tidak sedikit kelompok-kelompok memperdagangkan para sanderanya kepada kelompok lain, jadi para sandera ini dijual belikan, jadi barang dagangan," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini