nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Kampung KB Harus Didukung Semua Pihak

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Sabtu 02 April 2016 14:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 04 02 337 1352205 program-kampung-kb-harus-didukung-semua-pihak-dbkJle5t6z.jpg Foto Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik politis, teknis maupun operasional.

"Pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diharapkan dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling mendukung satu sama lain dengan sektor-sektor pembangunan terkait lainnya dalam mengisi berbagai kegiatan di Kampung KB nantinya," kata Kepala BKKBN Surya Candra Surapaty dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/4/2016).

Hal ini demi menjadikan Kampung KB sebagai kampung masyarakat yang sehat dan memiliki produktivitas. Kampung KB juga merupakan inovasi strategis untuk dapat mengimplemantasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK secara utuh di lini lapangan.

"Kampung KB sebagai model miniatur pelaksanaan program KKBPK diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai instansi terkait," katanya.

Menurutnya, instansi yang wajib digandeng dalam mendukung pembentukan dan pembinaan Kampung KB antara lain, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil terkait pemenuhan akta kelahiran dan KTP, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang membina keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Posyandu serta Polres Mojokerto Kota terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan anak yang terkena kasus hukum, Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

"Pembinaan kepada generasi muda, terutama dalam program Generasi Berencana (Genre) sangat penting. Katakan no untuk seks pra nikah, nikah dini dan narkoba," ujarnya.

Berdasarkan Susenas 2013, capaian program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) di Jawa Timur relatif lebih baik dibandingkan tingkat nasional yakni Total Fertility Rate 2,07.

Sementara laju pertumbuhan penduduk 0,76, angka prevalensi penggunaan kontrasepsi (CPR) sebesar 66,5 persen dan unmet need 10,48 persen.

Sementara itu, untuk wilayah Jawa Timur pencanangan Kampung KB telah dilaksanakan di 12 kabupaten/kota dari total 38 kabupaten/kota.

"Namun apabila dicermati data dari masing-masing daerah, masih ada wilayah-wilayah legok yang perlu ditingkatkan lagi penggarapannya seperti di Desa Kedundung Kota Mojokerto dan Desa Lengkong Kabupaten Mojokerto,"tandasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini