nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Dinilai Tak Berjalan Seiring dengan Menterinya

Reni Lestari, Jurnalis · Sabtu 02 April 2016 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 02 337 1352199 jokowi-dinilai-tak-berjalan-seiring-dengan-menterinya-QzCfrbM76c.jpg Kabinet Kerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Erik Satrya Wardhan berpendapat bahwa ada yang tidak sinkron antara visi yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kinerja para menterinya di Kabinet Kerja. Hal ini akibat sistem rekrutmen menteri yang dianggap belum efektif.

"Ada gap antara visi Pak Presiden dengan misi yang dijalankan masing-masing menteri. Problemnya di soal rekrutmen, harusnya memenuhi ada kesamaan visi. Apakah semua pembantu Presiden sekarang ini visinya sama? Saya kira sebagain besar enggak jelas," kata Erik dalam diskusi bertajuk "Cukupkah Hanya Reshuffle" di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4/2016).

Erik melanjutkan, keberhasilan sebuah kabinet akan sangat ditentukan oleh proses rekrutmen menteri. Erik berpendapat, faktor kelompok profesional dan parpol seharusnya tidak menjadi patokan presiden dalam merekrut menteri. Terkadang, lanjut Erik, kalangan profesional belum tentu memiliki visi yang sejalan dengan presiden.

"Itu bagian dari proses politik. Karena keberhasilan kabinet akan sangat ditentukan oleh proses rekrutmen, kalau salah memilih orang, sulit lah," kata dia.

Hal senada juga diungkapkan Syamsuddin Haris, peneliti senior LIPI yang mengatakan bahwa kinerja sejumlah menteri cenderung tidak bisa mengikuti langkah cepat presiden Jokowi.

"Sebagian menteri kita tidak bisa mengikuti langkah cepat Pak Jokowi, khusunya di bidang ekonomi. Sebagian menteri juga masih bekerja atas dasar petunjuk, sinyal, dan instruksi presiden, di mana itu seharusnya sudah banyak ditinggalkan," jelas Syamsuddin.

Kinerja para menteri ini sangat berkaitan dengan isu perombakan kabinet atau reshuffle, di mana dalam hal ini telah menjadi isu yang timbul tenggelam mengiringi pemerintahan Presiden Jokowi.

Syamsuddin menegaskan bahwa reshuffle kabinet jilid dua adalah hal yang niscaya. Ia meyakini akan segera terjadi perombakan komposisi pembantu presiden.

"Bagaimanapun, sudah ada sinyal Pak Jokowi beberapa waktu lalu bahwa akan ada reshuffle. Beliau mengatakan sedang dilakukan evaluasi kinerja kebinet," pungkas dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini