nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reshuffle Kabinet Jokowi Merupakan Keniscayaan

Reni Lestari, Jurnalis · Sabtu 02 April 2016 10:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 02 337 1352065 reshuffle-kabinet-jokowi-merupakan-keniscayaan-0L50YPs9kr.jpg Kabinet Kerja (Foto: Okezone)

JAKARTA – Isu perombakan kabinet atau reshuffle selalu timbul-tenggelam mengikuti jalannya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah satu kali melakukan reshuffle beberapa waktu lalu, perombakan selanjutnya masih menjadi misteri.

Peneliti senior dari LIPI, Syamsuddin Haris, berujar bahwa reshuffle kabinet merupakan suatu keniscayaan lantaran banyak kepentingan yang ada di sekeliling Jokowi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri diskusi dengan tema ‘Cukupkah Hanya Reshuffle?’ di Rumah Makan Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4/2016).

"Fenomena Pak Jokowi ini beda. Kita tidak bisa memastikan, karena sekeliling Jokowi ada Bu Mega yang mungkin lebih berkuasa dalam menentukan kompisisi kabinet. Pak JK (Jusuf Kalla) yang mengawasi apa yang diputuskan dan ada ketua parpol (partai politik) pendukung Jokowi," tutur Syamsudin.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa posisi Jokowi yang bukan ketua umum dari parpol, membuat Jokowi perlu memperhitungkan kepentingan dari banyak pihak dan tidak menepikan kepentingan publik.

"Di satu pihak Beliau bukan ketum partai. Oleh sebab itu, Pak Jokowi mesti menghitung begitu banyak kepentingan,"  ujarnya.

Syamsudin melanjutkan, reshuffle kabinet di Indonesia merupakan isu seksi yang berdampak demikian besar pada naik-turunnya ekonomi negara. Karena itu, keputusan dan kepastian akan hal ini penting untuk dipercepat.

"Isu reshuffle kabinet selalu jadi isu seksi. Sebab itu yang berdampak pada kehidupan ekonomi kita. Makin tinggi intensitas isu, makin tidak pasti kehidupan ekonomi. Maka dari itu, makin cepat diputuskan makin baik," jelasnya.

Isu kocok ulang kabinet ini belakangan kembali santer terdengar seiring dengan digelarnya pertemuan antara Jokowi dengan sejumlah petinggi parpol, salah satunya dengan Ketum Partai Hanura Wiranto belum lama ini.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini