Share

Usai Diperiksa, KPK Tahan Bupati Bener Meriah Aceh

Feri Agus Setyawan, Okezone · Rabu 16 Maret 2016 19:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 16 337 1337838 usai-diperiksa-kpk-tahan-bupati-bener-meriah-aceh-i4Ccrn0LZQ.jpg Ilustrasi (dok.Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bener Meriah, Aceh, Ruslan Abdul Gani usai diperiksa selaku tersangka dugaan suap Pembangunan Dermaga pada Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Sabang, Aceh tahun 2011.

Ruslan tampak keluar dari dalam loby Gedung KPK sekira pukul 18.40 WIB. Dia pun telah mengenakan rompi tahanan berwarna oranye ciri khas tahanan KPK. Ruslan tak mengeluarkan sepatah kata dan memilih bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, penahanan Ruslan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Ruslan akan ditahan di Rutan Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta untuk 20 hari pertama.

"Ditahan di Rutan Guntur," Yuyuk saat dikonfirmasi, Rabu (16/3/2016).

Seperti diketahui, Mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) itu ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah ini pada Selasa 4 Agustus 2015. Rusli sebelumnya telah beberapa kali diperiksa penyidik KPK.

Rusli selaku Kepala BPKS ketika itu diduga melakukan mark up anggaran pembangunan dan penunjukan langsung pihak swasta untuk menjalankan proyek tersebut. Sehingga, akibat perbuatannya itu negara dirugikan hingga sebesar Rp116 miliar.

Akibat perbuatannya dia diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini