Ani Yudhoyono Nyapres, PKS: Haus Kekuasaan!

Qur'anul Hidayat, Okezone · Rabu 16 Maret 2016 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 16 337 1337721 ani-yudhoyono-nyapres-pks-haus-kekuasaan-iFNbC116dW.jpg Gambar Ani Yudhoyono saat mencalonkan diri jadi Presiden (foto: Illustrasi)

JAKARTA - Pemilihan Presiden 2019 masih sangat lama. Namun, Partai Demokrat sudah curi start dengan mengumumkan bahwa Ani Yudhoyono maju sebagai calon presiden. Pencalonan itu menjadi perbincangan hangat publik hingga jadi trending topic di media sosial.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy mengatakan, majunya Ani menunjukkan betapa manusia pada dasarnya ingin menjadi orang nomor satu.

"Artinya syahwat kekuasaan itu ada di semua pihak, kata Ibnul Qayyim, bahwa syahwat tertinggi itu mulqiyyah atau kekuasaan, jadi siapapun ingin berkuasa berhak mengajukan selama elektabilitasnya di masyarakat baik," kata pria yang disapa Habib itu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Bagi Habib, selama seseorang punya elektabilitas dan warga negara Indonesia (WNI), maka tak ada yang bisa melarangnya untuk maju dalam pemilu. Hanya memang cara yang diambil Demokrat berbeda dengan partai lain yang punya proses panjang dalam memunculkan nama calon.

"Seseorang untuk maju itu siapa saja boleh, soal waktu, soal jauh-jauh hari itu enggak ada soal, itu soal marketing dia, soal public relation dia, justru kalau jauh hari masyarakat lebih tahu bahwa calon siapa dia, lebih mengerti," kata Habib.

Soal kemampuan, Anggota Komisi III itu menganggap Ani sudah terbiasa di dunia pemerintahan saat mengikuti sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jadi Presiden RI selama dua periode.

"Kalau soal kemampuan apalagi dia udah ada pengalaman dampingi suami, siapa saja bisa. Sekarang siapa yang kenal Jokowi sebelum jadi Presiden? Siapa kenal?," kata Habib.

Habib lantas tak mempermasalahkan adanya politik dinasti di Demokrat.

"Ya wajar, karena keluarga itu berkeinginan berkuasa, manusiawi saja, kan dia punya struktur partai, siapa mau larang," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini