nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Diminta Hentikan Menteri Gaduh

Gunawan Wibisono, Jurnalis · Sabtu 05 Maret 2016 11:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 03 05 337 1328408 presiden-diminta-hentikan-menteri-gaduh-84fAR2GZDC.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Terkait dengan skema Blok Masela, dua pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) saling ribut di ruang publik, mereka adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira meminta agar Presiden Jokowi harus segera menghentikan perseturan dua menteri tersebut. Pasalnya jika terlalu lama dibiarkan publik akan mempersepsikan Kebinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tidak solid.

"Bahwa pernyataan itu saja tidak cukup, seharusnya harus ada tindakan untuk menghentikan kegaduhan," ujar Andreas dalam sebuah diskusi di Populi Center dan Smart FM Network dengan tema 'Para Menteri Bertikai, Apa Langkah Presiden Jokowi?"', Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Namun, cara menyelesaikannya dikatakan harus secara bijaksana. Jangan sampai penyelesaian tersebut malah menjadi bumerang terhadap Presiden Jokowi.

"Presiden harus arif, jangan sampai akibatnya malah fatal. Kalau semua ribut lalu diganti, itu tidak benar juga. Jokowi harus mencari mana yang benar, mana yang salah," katanya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli bersitegang soal kilang gas alam cair Blok Masela, Maluku, adalah. Keduanya bersitegang perihal kilang itu hendak dibangun di laut atau di darat.

Sudirman Said pernah menyindir Rizal Ramli karena merasa kinerjanya dihambat oleh pria dengan jurus ngepret itu. Padahal, kata Sudirman, hal yang dikerjakannya berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai Menteri ESDM. Sebagaimana diketahui, Rizal bersikukuh pembangunan Blok Masela lebih ideal di darat. Namun Sudirman meminta pembangunan tersebut lebih tepat dibagun di laut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini