Dijadikan Tersangka, Petani Ini Ngadu ke Kompolnas

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 01 Maret 2016 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 01 337 1324902 dijadikan-tersangka-petani-ini-ngadu-ke-kompolnas-Vt5V52JgVp.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sutan Kamenan, petani asal Pasaman, Sumatera Barat diduga menjadi korban kriminalisasi oleh penyidik Polda Sumatera Barat. Atas penetapan dirinya menjadi tersangka, Sutan melaporkan kasusnya ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Kuasa hukum tersangka, Abdul Rohmat mengatakan, perkara ini terjadi saat PT AMP melakukan kerja sama dengan dengan KUD Dastra untuk membangun kebun kelapa sawit dan buah segar seluas 300 hektare yang berada di Kinali, Sumatera Barat.

Namun, dalam perjalanannya, tahun 2011, PT AMP mengirimkan surat dengan Nomor: 48 48/BM-AMP/09/2011, dan melampirkan laporan keuangan dan perhitungan utang piutang KUD Dastra.

Kemudian, kata dia, kelompok tani mempertanyakan hasil audit laporan keuangan dan sisa utang piutang, serta masalah pembagian hasil kebun 200 hektare bagian petani dan 100 hektare kebun inti.

"Karena tidak ada kesepakatan, akhirnya pihak KUD Dastra melaporkan ke Polres Agam terkait adanya dugaan penggelapan lahan 100 hektare atau senilai Rp14 miliar. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Polres, akhirnya tidak ditemukan unsur perkara," ujar Rohmat di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Selanjutnya, PT AMP melaporkan anggota kelompok Tani Sutan Kamenan ke Polda Sumatera Barat terkait adanya dugaan penjualan hasil kebun tersebut. Dan, polisi akhirnya menetapkan tersangka Sutan Kamenan terkait penjualan hasil panen pada 28 Januari 2016."Saksi yang beli hasil panen bernama Darmiati belum diperiksa," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mempraperadilankan Polda Sumatera Barat ke Pengadilan Negeri Simpang Empat Sumatera Barat terkait penetapan tersangka kliennya.

"Kami minta kepada Kompolnas untuk memeriksa proses penetapan tersangka terhadap Sutan Kamenan yang tidak sesuai," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu terkait laporannya dan perkara penetapan tersangka anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Dastra, Sutan Kamenan, tersebut.

"Kita terima laporannya akan dianalisa dulu untuk ditindaklanjuti," kata Edi Hasibuan di kantornya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini