KPK Bakal Banding atas Vonis Eks Wali Kota Makassar

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 29 Februari 2016 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 29 337 1324337 kpk-bakal-banding-atas-vonis-eks-wali-kota-makassar-d6bhJ2NI7r.jpg Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo memastikan, bahwa pihaknya bakal mengajukan langkah hukum banding atas vonis empat tahun penjara yang diterima mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Pasalnya, ketukan palu Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk terdakwa dugaan korupsi pengelolaan PDAM Kota Makassar itu di bawah 2/3 dari tuntunan delapan tahun Jaksa KPK.

"Standarnya KPK kan kalo kurang dari 2/3 kan banding. Iya pasti banding," kata Agus usai berbincang dengan awak media di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/2/2016) malam.

Namun, Agus belum bisa memastikan kapan permohonan banding itu akan resmi pihaknya ajukan. Pasalnya, Tim Jaksa Penuntut Umum belum melaporkan secara utuh mengenai hasil persidangan yang baru selesai sore tadi.

"Biasanya penuntut lapor ke kita penuntutnya sudah ada usulannya biasnya. Biasanya 14 hari kerja (untuk memutuskan pengajuan banding)," tukasnya.

Seperti diketahui, mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair satu bulan kurungan penjara. Dia juga dijatuhkan hukuman membayar uang penganti sebesar Rp150 juta subsidair satu tahun penjara.

Hukuman Ilham Arief lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK. Sebelumnya, Ilham dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp5,505 miliar.

Ilham Arief dinilai bersalah sebagaimana dalam Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini