Mantan Wali Kota Makassar Sebut Kasusnya Dipolitisasi Abraham Samad

Bayu Septianto, Okezone · Senin 22 Februari 2016 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 22 337 1318668 mantan-wali-kota-makassar-sebut-kasusnya-dipolitisasi-abraham-samad-bhFWdAjxRs.jpg Ilham Arief Sirajuddin (foto: Antara)

JAKARTA - Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyebut kasus korupsi Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang, Makassar yang menyeretnya menjadi terdakwa merupakan upaya politisasi yang dilakukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad.

Hal itu disampaikannya dalam nota pembelaan atau pledoi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (22/2/2016).

"Saya ingin menyampaiakan bahwa apa yang saya alami ini sebagai bentuk 'penganiayaan'. Bahkan, saya menyebutnya sebagai 'penganiayaan yang istimewa'. Saya mencerna, di belakang semangat penjeblosan saya, yang ketika itu dipimpin oleh sosok Ketua KPK Abraham Samad, sebagai upaya politisasi," ujar Ilham.

Ilham menjelaskan, di hadapan majelis hakim yang diketuai Tito Suhud bila upaya politisasi itu sangat jelas terlihat sejak dirinya ditetapkan menjadi tersangka sehari menjelang serah terima jabatan Walikota Makassar atau masih dalam tahapan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2013.

"Padahal saat itu, secara hukum, saya belum ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, belum menjalani proses persidangam di Pengadilan Tipikor," jelas Ilham.

Ia pun berharap, kepada majelis hakim agar pembelaannya ini dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan vonis terhadap dirinya. "Tentu saja saya berharap kiranya majelis hakim yang mulia berkenan menjadikan pertimbangan," harap Ilham.

Sebelumnya Jaksa pada KPK menuntut mantan Wali Kota Makassar, Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dengan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp5,505 miliar.

Jaksa meyakini Ilham Arief melakukan korupsi Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang, Makassar.

"Kami Penuntut Umum menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Ilham Arief Sirajuddin terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Jaksa pada KPK Iskandar Marwanto membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa 16 Februari 2016 lalu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini