Bangun Daerah Perbatasan, Mendes Diajak Kerjasama oleh Malaysia

Arief Setyadi , Okezone · Kamis 18 Februari 2016 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 18 337 1315931 bangun-daerah-perbatasan-mendes-diajak-kerjasama-oleh-malaysia-RdD8tA3Ezu.jpg Mendes PDTT Marwan Djafar Bertemu Dubes Malaysia, Datuk Seri Zahrain (Foto: Doc)

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Malaysia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim. Pertemuan tersebut terkait dengan pembahasan kerjasama perbatasan kedua negara.

Menteri Marwan mengatakan, dalam pertemuan tersebut Dubes Malaysia mengajak kerjasama bidang transmigrasi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat ini, ada 619 kawasan transmigrasi yang sebelumnya dinaungi kementerian tersendiri.

"Dubes Malaysia ajak kerjasama transmigrasi di perbatasan. Hal itu sebagai salah satu poin dari hasil pertemuan yang dilakukan, setelah saya memaparkan program kerja Kementerian Desa," katanya melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (18/2/2016).

‎

Di kesempatan itu Menteri Marwan juga menyampaikan berbagai program Kemendes PDTT di wilayah perbatasan, seperti program sawit dan transmigrasi. Kemudian, kata Menteri Marwan, pada awal Maret dirinya akan bertandang ke Malaysia untuk menghadiri acara yang digelar Food and Agriculture Organization (FAO). Diharapkan, itu bisa menjadi pijakan awal dalam menjalin kerjasama.

Sementara itu, Datuk Hasyim mengatakan, kerjasama dengan Indonesia perlu dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia. Sehingga, pihaknya mengajak Menteri Marwan untuk bersama-sama membangun daerah perbatasan.

‎"Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia, banyak hal bisa dilakukan kerjasama, di antaranya perdagangan, pertanian dan lainnya," kata Datuk Hasyim yang mengaku berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat.

Berdasarkan catatan, WNI yang tinggal di Malaysia saat ini ada 2 juta orang. Bahkan, di Sabah saja terdapat 25 ribu WNI, di mana mereka berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sementara di Malaysia juga ada Indonesia Community Center (ICC), dengan salah satu pelajaran yang mewajibkan belajar bahasa Indonesia. Sekolah tersebut merupakan rintisan bagi anak-anak TKI di Johor Bahru.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini