Ilham Arief Sedih "Rekan Korupsi" di PDAM Meninggal Dunia

Feri Agus Setyawan, Okezone · Rabu 03 Februari 2016 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 03 337 1304047 ilham-arief-sedih-rekan-korupsi-di-pdam-meninggal-dunia-2ax4cSxKHn.jpg Ilham Arief Sirajuddin (foto: Antara)

JAKARTA - Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Wijaya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta. Hengky merupakan terdakwa korupsi pengelolaan PDAM Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Mengetahui kabar duka itu, mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, merasa sedih rekannya sesama terdakwa dalam kasus korupsi PDAM Makassar itu meninggal dunia setelah dirawat usai terjatuh di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

"Sudah, tadi pagi dikasih tahu. Jadi yang pertama, secara pribadi saya tahu Beliau. Saya pun merasa sedih dia meninggal karena bagaimanapun saya harus memberi apresiasi terhadap Beliau," tutur Ilham di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).

Menurut Ilham, almarhum Hengky memiliki peranan yang cukup besar dalam pengadaan air bersih. Pasalnya, Ilham mengungkapkan, perusahaan yang dipimpin Hengky, yakni PT Traya Tirta Makassar telah membantu 500 ribu penduduk masyarakat Makassar untuk menikmati air bersih.

"Makassar bisa menikmati air karena ada keterlibatan PT Traya Tirta. Saya katakan selalu bahwa kerjasama dengan PT Traya itu kemudian dinikmati lebih dari 500 ribu penduduk Makassar," tegasnya.

Ilham serta Hengky diketahui masih menjalankan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Hengky didakwa memberi uang suap sebesar Rp5,505 miliar kepada mantan Wali Kota Makassar Ilham, Arief Sirajuddin.

Uang ditujukan dalam rangka kerjasama rehabilitasi, Operasi dan Transfer (ROT) Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang 2007-2013 antara PDAM Kota Makassar dengan PT Traya Tirta Makassar. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp45,9 miliar.

Hengky pun didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaiman telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini