Puan Maharani Dikecam, Tak Pantas Jadi Menteri

Sabtu 30 Januari 2016 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 30 337 1301016 menteri-puan-dikecam-tak-pantas-jadi-menteri-3eBfetalBa.jpg Menko Bidang PMK Puan Maharani (foto: okezone)

PONOROGO - Netizen yang tergabung di Grup Facebook Ponorogo Kota Reog mengecam Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani yang dianggap telah melecehkan warga miskin. Puan dianggap semena-mena meminta rakyat untuk tidak banyak makan.

Pernyataan Puan itu disampaikan saat menjawab permintaan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang meminta agar jatah beras untuk warga miskin (raskin) untuk rakyat ditambah karena harga beras semakin mahal.

Bukannya mencarikan solusi atas terus meroketnya harga kebutuhan pokok masyarakat, Menteri Puan justru menyarankan agar warga tak mampu mengurangi makan beras.

Akun dengan nama Sebut Saja Mawar yang menautkan berita tentang peristiwa itu menyertainya dengan keterangan, “Pye perasaanmu?”. tautan berita tersebut langsung mendapat berbagai tanggapan dari netizen Grup Facebook Ponorogo Kota Reog.

Sebagian besar netizen menganggap Menteri Puan tidak memiliki kepekaan sosial di saat kondisi ekonomi nasional sedang memburuk. Netizen Ponorogo juga menganggap Puan Maharani tidak pantas menjadi seorang menteri.

Bagi netizen, Menteri Puan seharusnya bisa memberikan uang gajinya kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemilik akun Facebook Fitria menyarankan Menteri Puan untuk menyumbangkan uang gajinya kepada rakyat miskin.

“Kyo ngono kok djadikan menteri saran kok msh bagus saran org miskin……. menterine wi sg gak usah mkn uangnya hrus dsumbangkan ke fakir miskin ben cepat sadar,” tulisnya di kolom komentar.

Member grup Facebook Ponorogo Kota Reog lain, Junimar AE, mengatakan tidak sepantasnya seorang menteri menyampaikan pernyataan seperti itu. Dia juga membandingkan pendapatan antara rakyat dengan pejabat.

“Terlalu gampang disuguhi pejabat ngesore, sing apik2 sebetule rakyat njerit, upah rakyat biasa seket ewu sehari dewan sehari telung juta,, gimana kon wong misken ra numpuk,, kon blajar ngitung biaya mangan wong per hari sing standar berapa? Kok enek mentri koyo ngonu, tesnya gawe soal opooo?” kata dia di kolom komentar.

Pantauan Madiunpos.com di Grup Facebook Ponorogo Kota Reog, Jumat (29/1/2016) siang, berita tersebut telah disukai 35 akun, mendapatkan 17 komentar, dan baru satu kali dibagikan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini