LGBT Melanggar Norma Agama dan Hukum Positif Negara

Dara Purnama, Okezone · Jum'at 29 Januari 2016 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 29 337 1300203 lgbt-melanggar-norma-agama-dan-hukum-positif-negara-NHgJpc5Ukd.jpg Foto: Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini angkat bicara mengenai pro kontra jargon gerakan emansipasi di kalangan non heteroseksual yang bisa disingkat dengan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

"Sebagai pribadi dan wakil rakyat yang peduli terhadap masa depan bangsa ini saya prihatin dengan maraknya kampanye LGBT akhir-akhir ini," kata Jazuli, Jumat (29/1/2016).

Menurut Anggota Komisi III DPR ini, LGBT melanggar norma agama dan hukum positif. Apalagi di Indonesia dua hukum ini adalah pegangan hidup bernegara.

"Bisa saja negara lain, seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa melegalkan, tapi identitas dan karakter negara kita beda. Dasar negara kita pancasila dan ketuhanan yang maha esa," katanya.

Meski dalam hal Indonesia bukan negara yang konsen dengan agama tertentu, tapi tetap nilai ajaran agama dijunjung tinggi bahkan agama mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini dapat dilihat dengan adanya sila pertama.

"Jadi jelas kita bukan negara liberal. Tidak ada agama yang melegalkan hubungan sesama jenis karena jelas mudharatnya (kerusakannya). Demikian pula dengan hukum positif juga melarangnya," kata Anggota DPR asal Banten ini.

Lebih lanjut ia mengatakan kampanye LGBT bisa masuk dalam kategori makar terhadap konstitusi negara. "Ini yang harus kita sadarkan, jangan sampai identitas dan karakter kita sebagai bangsa yang berketuhanan dan beradab dirusak oleh budaya liberal yang sangat permisif," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini