nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantowi Yahya Sebut Uji Publik Dilakukan KPI Mubazir

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2016 22:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 01 27 337 1298824 tantowi-yahya-sebut-uji-publik-dilakukan-kpi-mubazir-eHTvBEoIMM.jpg

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan Komisi Penyiaran Indonesia sebenarnya tak memiliki kewajiban untuk melakukan uji publik perpanjangan Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP) Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Induk Televisi Berjaringan. Sebelumnya, KPI mewacanakan hal ini untuk mengevaluasi IPP sebanyak 10 stasiun TV swasta besar di Indonesia.

“Tidak ada kewajiban (KPI) untuk melakukan uji publik,” kata Tantowi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Lebih lanjut Tantowi menjelaskan, melalui tugas dan fungsinya selama ini, KPI telah melakukan monitoring terhadap operasional lembaga penyiaran di Indonesia. Ia menilai, apa yang diwacanakan oleh KPI ini sebagai upaya yang mubazir.

“KPI itu kan sejatinya sudah melakukan monitoring kinerja (prestasi dan pelanggaran) masing-masing LPS selama 10 tahun ini. Sehingga kami menilai uji publik itu redundan (mubazir),” lanjut dia.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, jika uji publik hendak dipaksakan berjalan, maka harus diimbangi dengan hasil monitoring yang telah dilakukan selama ini. Hal ini ditempuh agar KPI tak lepas dari tugas dan fungsi sebagai lembaga pengawas independen.

“Kalaupun tetap ingin dilakukan, hasilnya harus dikombinasikan dengan hasil monitoring mereka selama ini,” tutup Tantowi.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini